Kesadaran keamanan siber di kalangan keluarga Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Studi terbaru Kaspersky menunjukkan hanya 38 persen pengguna di Indonesia yang telah memasang perlindungan keamanan menyeluruh pada seluruh perangkat digital anggota keluarganya.
>>> Spotify Kini Izinkan Pengguna Menyimpan dan Membagikan Klip Podcast
Angka ini memang lebih tinggi dari rata-rata global yang sebesar 33 persen. Namun, di tengah meningkatnya aktivitas online, kondisi ini dinilai masih jauh dari ideal.
Sebanyak 53 persen responden Indonesia mengaku rutin membahas keamanan online dengan keluarga. Namun, langkah proteksi nyata belum sepenuhnya dijalankan.
Langkah Perlindungan yang Mulai Diterapkan
Mayoritas responden Indonesia telah mulai menerapkan beberapa langkah keamanan.
Sebanyak 65 persen menyarankan penggunaan password manager, 49 persen mendorong autentikasi multifaktor (MFA), dan 50 persen rutin mengecek pengaturan privasi perangkat dan akun online.
>>> 5 HP Baru 2026 dengan Memori Besar dan Baterai Jumbo, Harga Rp2 Jutaan
Meski demikian, masih ada 4 persen responden yang sama sekali tidak melakukan perlindungan digital bagi keluarganya. Kaspersky mencatat kelompok usia lanjut menjadi yang paling rentan.
Secara global, sekitar 21 persen responden berusia di atas 55 tahun tidak mengambil tindakan keamanan apa pun.
Hal ini menunjukkan perlunya peran aktif seorang "Manajer Digital Keluarga" untuk mengedukasi dan melindungi anggota keluarga.
Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova, menekankan bahwa semakin tinggi ketergantungan pada perangkat digital, semakin besar risiko serangan siber.
>>> YouTube Perketat Label Konten Buatan AI dengan Tampilan Lebih Jelas
"Setiap perangkat baru dan setiap jam tambahan online memperluas area permukaan tempat pelaku kejahatan siber dapat menyerang," ujarnya.