unique visitors counter
⌂ Beranda News Waspada Penipuan GTA 6, Gamer Jadi Sasaran Situs Pre-order dan Beta Palsu

Waspada Penipuan GTA 6, Gamer Jadi Sasaran Situs Pre-order dan Beta Palsu

Waspada Penipuan GTA 6, Gamer Jadi Sasaran Situs Pre-order dan Beta Palsu
Ilustrasi: Waspada Penipuan GTA 6, Gamer Jadi Sasaran Situs Pre-order dan Beta Palsu
A A Ukuran Teks16px

Euforia menjelang perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6) dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melancarkan aksi penipuan.

Setelah pemesanan awal dibuka pada 25 Juni, para pelaku membuat situs pre-order palsu dan menawarkan akses beta yang tidak resmi.

>>> Bahlil: RI Masih Matangkan Harga Ekspor Listrik ke Singapura

Temuan dari Kaspersky menunjukkan modus ini telah menyebar dalam berbagai bahasa dan wilayah, menandakan serangan global yang terorganisir.

Modus Penipuan GTA 6 yang Paling Banyak Ditemukan

Salah satu modus utama adalah situs pre-order palsu yang tampil meyakinkan dengan trailer resmi, logo, dan materi promosi asli GTA 6.

Korban diarahkan menekan tombol "Pesan Sekarang" dan diminta mengisi data pribadi serta informasi pembayaran.

in2

Setelah pembayaran dilakukan, game tidak pernah dikirim, sementara pelaku mengakses data pribadi dan finansial korban.

>>> Narendra Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo

Dalam satu kasus, Kaspersky menemukan situs berbahasa Portugis yang menyerupai toko resmi PlayStation, lengkap dengan ulasan bintang lima dan label usia pemain.

Penjahat siber juga memanfaatkan video di media sosial untuk menyebarkan tautan menuju situs yang mengklaim menyediakan versi beta GTA 6 atau file bocoran.

Video tersebut disertai komentar palsu yang menyebut file berhasil dijalankan, padahal file tersebut mengandung malware yang dapat mencuri data atau mengambil alih akun.

Ancaman lain menyasar pengguna aset kripto dengan situs yang menawarkan token bernama mirip GTA 6, lengkap dengan logo dan desain visual serupa.

>>> Rudal dan Drone Rusia Tewaskan 18 Orang di Ukraina

Tujuannya membangun kepercayaan agar korban tergoda bertransaksi, yang berisiko kehilangan aset digital mereka.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot