unique visitors counter
⌂ Beranda › EKBIS › Viral Rumah Mewah Royal Garden Shanghai Kembali Disorot, Spekulasi Kepemilikan Taipan Indonesia Menguat
EKBIS

Viral Rumah Mewah Royal Garden Shanghai Kembali Disorot, Spekulasi Kepemilikan Taipan Indonesia Menguat

Viral Rumah Mewah Royal Garden Shanghai Kembali Disorot, Spekulasi Kepemilikan Taipan Indonesia Menguat
rumah mewah
A A Ukuran Teks16px

Perbincangan soal kompleks hunian mewah di Shanghai kembali ramai setelah video udara kawasan tersebut beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan deretan bangunan megah yang berdiri di area luas dan tertutup.

Selain menampilkan kemewahan, narasi yang menyertai video turut menyeret nama konglomerat asal Indonesia. Hal inilah yang membuat isu tersebut cepat menyebar dan menjadi bahan diskusi publik.

Kawasan Elit dengan Skala Besar

Kompleks yang disebut Royal Garden ini berada di kawasan Sheshan, salah satu wilayah premium di Shanghai. Lokasinya dikenal sebagai area hunian eksklusif dengan akses terbatas.

Luas lahan yang disebut mencapai sekitar 180 hektar membuat kawasan ini menonjol dibanding properti lain di sekitarnya. Di dalamnya berdiri beberapa bangunan utama dengan karakter arsitektur yang berbeda.

Sejumlah vila dirancang dengan gaya klasik Eropa, lengkap dengan detail interior yang disebut bernilai tinggi.

Fasilitas dan Nilai Properti Jadi Sorotan

Kemewahan kompleks ini tidak hanya terlihat dari bangunannya. Fasilitas seperti helipad, kolam renang besar, dan danau buatan turut menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Selain itu, sistem keamanan disebut sangat ketat dengan dukungan tenaga penjaga dalam jumlah besar.

Perbincangan semakin ramai ketika muncul klaim nilai properti yang mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Namun, angka tersebut belum memiliki konfirmasi resmi.

Nama Pemilik Masih Diperdebatkan

Isu kepemilikan menjadi bagian paling menarik dari viralnya video ini. Nama Huang Zhiyuan, atau Teguh Ganda Wijaya, kerap disebut sebagai pihak yang memiliki kompleks tersebut.

Ia dikenal sebagai bagian dari keluarga besar pendiri Sinar Mas Group. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang memastikan keterkaitan tersebut.

Sejumlah informasi yang beredar masih bersifat dugaan, sehingga belum bisa dijadikan kepastian.

Jejak Bisnis di China

Keluarga Sinar Mas memang diketahui memiliki aktivitas bisnis di China sejak dekade 1990-an. Fokus utama pengembangan berada di sektor pulp dan kertas melalui Asia Pulp & Paper.

Investasi yang dilakukan disebut mencapai miliaran dolar Amerika Serikat, termasuk pembangunan fasilitas produksi dalam skala besar.

Perbincangan Bergeser ke Isu Sosial

Di luar soal kepemilikan, kemunculan Royal Garden juga memicu pembahasan mengenai kesenjangan ekonomi. Nilai properti yang fantastis dibandingkan dengan kondisi masyarakat luas menjadi sorotan.

Perbandingan tersebut memunculkan beragam reaksi di media sosial. Ada yang melihatnya sebagai simbol kemewahan, sementara lainnya menilai sebagai gambaran ketimpangan.

Hingga kini, detail resmi mengenai nilai dan kepemilikan kompleks tersebut belum diungkap. Publik pun diingatkan untuk menyikapi informasi yang beredar secara hati-hati.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru