Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan pada hari Minggu bahwa penjualan senjata Amerika Serikat dan kerja sama keamanan dengan pulau demokrasi itu merupakan "elemen kunci" bagi perdamaian regional.
Pernyataan ini disampaikan Lai melalui akun Facebook pribadinya.
Ia menekankan bahwa dukungan keamanan dari Amerika Serikat sangat penting bagi Taiwan untuk mencegah Tiongkok melakukan ancaman aneksasi paksa.
Lai menegaskan bahwa Taiwan berada di "inti" kepentingan global.
Menurutnya, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak akan pernah dikorbankan atau diperdagangkan.
Komentar presiden Taiwan ini muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa penjualan senjata lebih lanjut ke Taiwan "bergantung pada Tiongkok" dan merupakan "alat negosiasi yang sangat baik bagi kami."
Penjualan senjata oleh Amerika Serikat kepada Taiwan telah menjadi isu sensitif dalam hubungan AS-Tiongkok.
Tiongkok memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan bersikeras bahwa pulau itu pada akhirnya harus bersatu dengan daratan, jika perlu dengan paksa.
Sementara itu, Taiwan, yang memiliki pemerintahan sendiri, menganggap dirinya sebagai negara berdaulat.
Amerika Serikat, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, tetap menjadi pemasok senjata utama bagi pulau itu di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan.
Undang-undang ini mewajibkan AS untuk menyediakan Taiwan dengan sarana pertahanan diri.
Kerja sama keamanan antara Taiwan dan AS mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan militer bersama hingga pertukaran intelijen.
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan dan memberikan sinyal pencegahan kepada Tiongkok.
Presiden Lai Ching-te, yang menjabat pada Mei 2024, telah menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam mempertahankan kedaulatan Taiwan.
Ia terus berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara demokrasi lainnya, termasuk Amerika Serikat.
Pernyataan terbarunya menggarisbawahi pentingnya dukungan internasional, khususnya dari AS, dalam menjaga status quo di kawasan.
Ketegangan di Selat Taiwan terus menjadi perhatian utama komunitas internasional.
Setiap eskalasi dapat memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global.
Oleh karena itu, upaya untuk menjaga perdamaian melalui diplomasi dan pencegahan menjadi sangat krusial.
Penjualan senjata dan kerja sama keamanan yang berkelanjutan diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan konflik.
Namun, hal ini juga dapat memicu respons lebih lanjut dari Tiongkok, menciptakan dinamika yang kompleks di kawasan.
Taiwan terus berupaya menyeimbangkan kebutuhan pertahanannya dengan upaya menjaga hubungan yang stabil, meskipun penuh tantangan, dengan Tiongkok.
Dukungan dari sekutu seperti Amerika Serikat menjadi pilar penting dalam strategi pertahanan Taiwan.