unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AS Tawarkan Hadiah Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Isi Sayembaranya
News

AS Tawarkan Hadiah Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Isi Sayembaranya

AS Tawarkan Hadiah Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Isi Sayembaranya
Bendera Iran berkibar di Teheran. • LTC TV
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS, atau sekitar Rp362,6 miliar, bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai program nuklir Iran. Tawaran itu diumumkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui akun media sosial X pada Jumat malam waktu setempat.

Program yang dimaksud bernama Rewards for Justice, sebuah program penghargaan di bawah Departemen Luar Negeri AS. Program ini bukan hal baru: Departemen Luar Negeri AS mendirikannya pada 1984 sebagai bagian dari program penghargaan keamanan nasional, dan selama ini digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Informasi Apa yang Dicari?

Dalam pengumumannya, CENTCOM menyebut hadiah diberikan untuk informasi mengenai fasilitas nuklir, peralatan, serta orang-orang yang berkaitan dengan program nuklir Iran, termasuk kalangan ilmuwan. Informasi mengenai pergerakan fasilitas, peralatan, maupun personel terkait juga termasuk dalam tawaran tersebut.

Pemerintah AS bahkan menjanjikan kemungkinan relokasi bagi pemberi informasi beserta keluarganya, yang diputuskan berdasarkan penilaian kasus per kasus. Identitas pemberi informasi dijaga kerahasiaannya, dan pembayaran tidak otomatis: informasi yang masuk harus dinilai terlebih dahulu oleh lembaga-lembaga terkait di AS sebelum hadiah disetujui.

Konteks: Klaim Trump dan Catatan IAEA

Tawaran ini menarik perhatian karena muncul di tengah klaim berulang Presiden AS Donald Trump bahwa kemampuan nuklir Iran telah dihancurkan. Kontras antara klaim tersebut dan sayembara bernilai besar ini menjadi sorotan banyak pihak.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebelumnya mencatat aktivitas pengayaan uranium Iran yang mencapai tingkat kemurnian 60 persen pada 2025. Dalam laporan Juni 2025, IAEA menyebut Iran memiliki sekitar 408,6 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen per 17 Mei 2025, naik 133,8 kilogram dari laporan sebelumnya.

Tingkat 60 persen itu tinggal selangkah secara teknis dari 90 persen yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir, menurut penjelasan yang dikutip sejumlah media dari laporan IAEA. Nilai hadiah 20 juta dolar AS itu setara dengan sekitar Rp362,6 miliar dengan kurs acuan Bank Indonesia sebesar Rp18.130 per dolar AS pada 6 November 2026. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai pihak mana saja yang menjadi sasaran spesifik dari sayembara ini, maupun rincian kondisi yang harus dipenuhi untuk menerima hadiah maksimal.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru