unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Demokrat Rebut Kongres di Pemilu Sela AS, Trump Salahkan Government Shutdown
News

Demokrat Rebut Kongres di Pemilu Sela AS, Trump Salahkan Government Shutdown

Demokrat Rebut Kongres di Pemilu Sela AS, Trump Salahkan Government Shutdown
Demokrat Desak Trump Simpan Rekaman Chatbot AI soal Kebijakan
A A Ukuran Teks16px

Partai Demokrat merebut kembali kendali Kongres Amerika Serikat dalam pemilu sela yang digelar Selasa waktu setempat. Menurut proyeksi New York Times, Demokrat unggul 54-44 di Senat dan 238-147 di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Presiden Donald Trump menyalahkan hasil tersebut pada penutupan pemerintahan federal atau government shutdown, selain sejumlah faktor lain. Hasil pemilu sela ini menjadi ujian besar pertama bagi Trump sejak kembali ke Gedung Putih, dan sejumlah pemberitaan menyebutnya sebagai kekalahan telak bagi kubu presiden. Pemilu sela memang kerap menjadi ajang penilaian terhadap kinerja presiden yang sedang menjabat, dan kali ini kekalahan kubu Trump langsung memicu reaksi dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari para pemimpin negara yang selama ini berselisih dengan kebijakan Washington.

Trump salahkan shutdown

Trump menilai penutupan pemerintahan ikut memengaruhi hasil pemungutan suara. Pemerintah federal AS sempat lumpuh karena kebuntuan anggaran di Kongres, dan dampaknya dirasakan langsung oleh jutaan pegawai federal serta layanan publik di berbagai negara bagian.

Namun, di luar penjelasan Trump, para pengamat menilai kekalahan ini juga mencerminkan menguatnya penolakan pemilih terhadap sejumlah kebijakan pemerintahannya, mulai dari soal ekonomi hingga kebijakan luar negeri yang kontroversial.

Tujuh pemimpin dunia bereaksi

Sejumlah pemimpin dunia disebut menyambut gembira hasil pemilu sela tersebut. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez termasuk yang paling cepat bereaksi: ia memberi selamat kepada Zohran Mamdani yang memenangi pemilihan Wali Kota New York, dan menilai hasil pemilu menunjukkan pemilih menolak kebijakan Trump.

Dari Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengejek Trump dan menilai hasil pemilu menunjukkan kegagalan kebijakan Iran yang dijalankan Washington. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan memperingatkan Trump agar tidak menyerang Iran.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store menilai hasil pemilu mencerminkan kelelahan pemilih Amerika terhadap polarisasi, dan ia berharap arah politik AS akan berubah. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyambut hasil itu dan menyebut negaranya harus bersiap menghadapi perubahan kebijakan Amerika.

Dari Eropa Timur, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengatakan pemilih telah menunjukkan bahwa Trump tidak mahakuasa, dan menyebut kemenangan Demokrat sebagai kabar baik bagi Eropa. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menilai kemenangan Demokrat adalah bukti kebijakan Trump gagal dan Amerika telah memilih jalan yang benar. Wali Kota Manchester Raya Andy Burnham dari Partai Buruh Inggris menambahkan bahwa kemenangan Demokrat membuktikan Trump tidak tak terkalahkan, dan Partai Buruh bisa belajar dari keberhasilan strategi Demokrat.

Dengan kendali atas DPR, Demokrat kini memegang alat untuk mengawasi dan menahan berbagai agenda pemerintahan Trump hingga pemilu berikutnya. Pergeseran peta kekuatan di Kongres ini diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan Amerika, termasuk hubungannya dengan Eropa, Timur Tengah, dan negara-negara lain yang selama ini bersitegang dengan Washington.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru