Di kelas Rp7 jutaan ada dua ponsel dengan baterai sama persis 10.000 mAh: Vivo V80 Lite 5G dan Redmi Note 17 Pro Max 5G. Begitu masuk ke pengisian daya, memori, dan kamera, keduanya mengambil arah berbeda. Berikut adu spesifikasinya.
Harga: Selisih Tipis, Isi Berbeda
Vivo V80 Lite 5G: sekitar Rp7.299.000 (6GB/128GB) dan harga normal sekitar Rp7.999.000 (6GB/256GB). Redmi Note 17 Pro Max 5G: harga peluncuran Rp7.499.000 (8GB/256GB) dan sekitar Rp8.499.000 (8GB/512GB). Pada varian 256GB, Redmi sedikit lebih mahal, tetapi selisihnya perlu dibaca bersama isinya: RAM 8GB dan penyimpanan generasi lebih baru.
Memori dan Dapur Pacu: Redmi Lebih Modern
Redmi memakai Snapdragon 6 Gen 5 (4 nm, hingga 2,6 GHz), RAM 8GB LPDDR5X, dan penyimpanan UFS 4.0/4.1 hingga 512GB. Vivo mengandalkan MediaTek Dimensity 7300e, RAM fisik 6GB LPDDR4X dengan Extended RAM hingga 12GB, dan UFS 3.1 hingga 256GB. Di atas kertas Redmi unggul untuk multitasking dan ruang simpan — dengan catatan performa nyata juga dipengaruhi optimalisasi sistem, suhu perangkat, dan aplikasi yang dipakai.
Layar: Sama Besar, Redmi Lebih Terang
Kedua layar AMOLED 6,83 inci 1.5K 120Hz. Vivo beresolusi 2.800 x 1.260 piksel, kecerahan hingga 2.000 nits HBM, dan sidik jari di dalam layar (perlindungan kaca tidak disebutkan). Redmi beresolusi 2.772 x 1.280 piksel, kecerahan hingga 3.500 nits, dan dilindungi Gorilla Glass Victus 2, sehingga lebih nyaman di bawah cahaya kuat.
Kamera: OIS dan Ultrawide vs Kamera Depan
Kamera utama Vivo 50MP (Sony IMX852, f/1.8) ditemani sensor kedalaman 2MP, tanpa ultrawide; kamera depannya 32MP f/2.0. Redmi menjawab dengan kamera utama 50MP f/1.5 ber-OIS, ultrawide 8MP 120 derajat, kamera depan 32MP, dan video hingga 4K 30fps. Untuk pemandangan dan objek luas, ultrawide Redmi lebih berguna; untuk swafoto dan panggilan video, Vivo punya bekal kamera depan yang memadai. Lensa telefoto khusus tidak ada di keduanya.
Baterai: Kapasitas Seri, Kecepatan Jomplang
Sama-sama 10.000 mAh silikon-karbon; Xiaomi mengklaim Redmi bertahan hingga tiga hari untuk pemakaian normal. Perbedaan besar muncul saat mengisi: Redmi 100W HyperCharge dengan reverse charging 27W, Vivo 44W FlashCharge dengan reverse wired charging. Pengguna bermobilitas tinggi yang sering mengisi daya sebentar akan jauh lebih terbantu Redmi.
Ketahanan, Fitur, dan Software
Redmi mengantongi IP66, IP68, IP69, dan IP69K plus klaim lolos uji jatuh 3 meter ke granit — tetap bukan jaminan kebal rusak. Vivo membawa IP68 dan IP69. Redmi dilengkapi NFC, eSIM, dual SIM, dan Dolby Atmos; Vivo punya NFC, dual SIM 5G, Bluetooth 5.4, Wi-Fi dual-band, dan USB-C 2.0. Bobotnya sama-sama berat: Vivo sekitar 224 gram (tebal 8,59 mm), Redmi sekitar 229,5 gram. Keduanya menjalankan Android 16 — OriginOS 6 pada Vivo dan HyperOS 3 pada Redmi; durasi pembaruan resmi tidak disebutkan sumber dan sebaiknya dicek ke masing-masing merek.
Kesimpulan
Kelebihan Redmi: RAM dan penyimpanan lebih kencang, cas 100W, kamera utama ber-OIS, layar 3.500 nits, IP69K. Kekurangannya: tanpa telefoto dan bobot sekitar 229,5 gram. Kelebihan Vivo: baterai 10.000 mAh, layar AMOLED 1.5K 120Hz, kamera depan 32MP, IP68/IP69. Kekurangannya: RAM fisik 6GB, cas 44W, tanpa ultrawide.
Berdasarkan spesifikasi di atas kertas, Redmi Note 17 Pro Max 5G lebih unggul secara keseluruhan bagi yang menginginkan paket paling lengkap. Vivo V80 Lite 5G tetap layak dipertimbangkan pengguna yang tidak menuntut performa tinggi, mengutamakan kamera depan, dan daya tahan baterai. Karena promo toko bisa menggeser selisih harga, bandingkan dulu harga aktualnya sebelum memutuskan.