unique visitors counter
⌂ Beranda › News › JCH Gabungan dari Berbagai Daerah di Sulsel Bertolak ke Makkah
News

JCH Gabungan dari Berbagai Daerah di Sulsel Bertolak ke Makkah

Jamaah calon haji Sulsel bersiap berangkat ke Makkah
A A Ukuran Teks16px

Sebanyak 393 jamaah calon haji (JCH) dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi diberangkatkan ke Tanah Suci, Makkah, pada Senin (18/5/2026).

Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 37.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menyatakan seluruh jamaah kloter 37 berangkat dengan jumlah utuh.

"Jamaah calon hajinya utuh semua berangkat sebanyak 393 orang, termasuk para pendamping hajinya," ujarnya di Makassar.

Rincian asal daerah jamaah meliputi Kota Makassar sebanyak 156 orang, Kabupaten Barru 159 orang, Kabupaten Gowa 69 orang, dan Kabupaten Maros 2 orang.

Mereka sebelumnya menjalani karantina selama 24 jam di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Jamaah mulai memasuki pemondokan pada Minggu (17/5) sekitar pukul 08.00 Wita.

Pemberangkatan dilakukan pada Senin (18/5) sekitar pukul 07.30 Wita, tepat 24 jam setelah kedatangan.

Ikbal yang juga Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.

Sebelum keberangkatan, jamaah mengikuti rangkaian proses penerimaan dan persiapan di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang.

PPIH telah menyiapkan layanan mulai dari penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyaluran biaya hidup, pemeriksaan kesehatan, hingga pendataan khusus bagi wanita usia subur.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh jamaah memenuhi syarat terbang. Pendataan juga mencakup calon haji dengan riwayat penyakit atau kategori khusus lainnya.

Ikbal menjelaskan, PPIH telah menyiapkan sejumlah tahapan layanan, mulai dari penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyaluran biaya hidup, pemeriksaan kesehatan, hingga pendataan khusus bagi wanita usia subur.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh jamaah memenuhi syarat terbang. Pendataan juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk bagi calon haji dengan riwayat penyakit maupun kategori khusus lainnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru