PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan telah menerima surat permohonan audiensi dari emiten yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC).
Emiten ini memiliki konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.
>>> Ra Mi Ran dan Lee Re Berseberangan dalam Film Fantasi Baru
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan belum menerima laporan terkait langkah emiten untuk keluar dari kategori tersebut.
"Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik," ujar Jeffrey di Jakarta, Senin.
Jeffrey mengungkapkan telah melakukan audiensi dengan sejumlah emiten terkait status HSC dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini terdapat 10 emiten yang masuk kategori HSC sebagaimana diumumkan BEI sebelumnya.
Meski demikian, pihaknya tidak menyebutkan nama-nama emiten yang telah melakukan audiensi. "Sudah ada satu atau dua deh sebelumnya.
Tapi, semua yang meminta diskusi tentu kami layani dengan baik," kata Jeffrey.
>>> China Fokus Empat Agenda Utama di SOM APEC 2026
BEI tidak menetapkan target waktu bagi emiten HSC untuk memperbaiki struktur kepemilikan sahamnya. Bursa juga tidak akan menerapkan kebijakan keluar (exit policy) terhadap emiten tersebut.
Sebagai informasi, sebanyak 10 saham kategori HSC telah dikeluarkan dari indeks oleh penyedia indeks global seperti MSCI. FTSE Russell juga mengumumkan akan mengeluarkan saham HSC dari indeks mereka.
Berikut daftar lengkap emiten/saham kategori HSC:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK)
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
Jeffrey menyebut BEI tidak menetapkan target waktu bagi emiten HSC untuk memperbaiki struktur kepemilikan sahamnya, serta tidak akan menerapkan kebijakan keluar (exit policy) terhadap emiten tersebut.
>>> Astindo Dorong Sinergi Pelaku Pariwisata Lewat ANTX 2026
Sebelumnya, BEI telah mengumumkan 10 emiten yang masuk kategori HSC.