Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau para investor untuk tetap tenang dan mengatur strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.
Imbauan ini disampaikan di tengah koreksi signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5/2026).
>>> Apple Siapkan Genmoji Lebih Pintar di iOS 27
“Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing,” ujar Jeffrey di Media Center Gedung BEI, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian di pasar saham Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini dipicu oleh sentimen dari mancanegara maupun domestik.
Penyebab Koreksi IHSG
Menurut Jeffrey, koreksi IHSG sejalan dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
Penyebab utamanya adalah ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, yang mendorong kenaikan harga minyak serta potensi suku bunga tinggi dan inflasi global.
“Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia juga mengalami koreksi.
Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini,” jelas Jeffrey.
>>> Dindikbud Cilegon Minta Sekolah Fasilitasi OTS yang Gaptek pada SPMB
Ia menambahkan bahwa kondisi pasar sangat dinamis dan ketidakpastian masih tinggi. Meski demikian, koreksi IHSG dinilai masih inline dengan pergerakan pasar global.
Data Perdagangan
Pada penutupan perdagangan Senin (18/5), IHSG ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.599,24.
Sepanjang sesi I, IHSG sempat melemah signifikan hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56 pada pukul 11.04 WIB.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.570.311 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 31,99 miliar lembar saham dengan nilai Rp20,71 triliun.
Sebanyak 125 saham berhasil naik, sementara 616 saham menurun, dan 79 saham tidak bergerak nilainya. BEI terus mengimbau investor untuk tetap waspada dan mengelola risiko dengan bijak.
Jeffrey menekankan bahwa investor perlu menganalisis secara cermat dan tidak panik menghadapi fluktuasi pasar.
>>> IKN Tak Hanya Pusat Pemerintahan, Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan
Ia mengingatkan bahwa kondisi pasar sangat dinamis dengan ketidakpastian yang masih cukup tinggi, baik dari faktor global maupun domestik.