unique visitors counter
⌂ Beranda News Indonesia Tetap Impor Minyak dari Rusia Meski Sanksi AS Berakhir

Indonesia Tetap Impor Minyak dari Rusia Meski Sanksi AS Berakhir

Indonesia Tetap Impor Minyak dari Rusia Meski Sanksi AS Berakhir
Kilang minyak Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Indonesia tetap mengimpor minyak dari Rusia meskipun relaksasi sanksi penjualan minyak Rusia oleh Amerika Serikat telah berakhir pada 16 Mei 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menyatakan bahwa proses impor masih berlangsung. "Masih tetap berproses.

>>> Wagub Bali Respons Penolakan Warga, Pastikan PSEL Aman

IN2

Kemarin kan Pak Wamen (Wakil Menteri ESDM Yuliot) kembali dari sana (Rusia). Jadi, proses tetap berjalan," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Laode menjelaskan bahwa Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif. Selain itu, Indonesia juga merupakan anggota BRICS, organisasi yang meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

"Intinya, secara negara pun kita kan bebas aktif. Jadi, itu.

in2

Apalagi kita juga anggota BRICS," kata Laode.

Impor minyak mentah dari Rusia merupakan salah satu upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Langkah ini juga bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan bertahap hingga akhir 2026.

Pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

>>> Tiga Prajurit TNI Dituntut 4-12 Tahun Penjara dalam Kasus Pembunuhan Kacab Bank

Sementara itu, pada 14 April, Departemen Keuangan AS menyatakan akan mengakhiri pengecualian sanksi terhadap minyak Iran.

Kemudian, pada 17 April, departemen tersebut mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal per 17 April hingga 16 Mei.

Dengan demikian, relaksasi sanksi penjualan minyak Rusia berakhir pada 16 Mei 2026.

Indonesia memiliki sikap bebas aktif dalam perpolitikan luar negeri.

Di sisi lain, Indonesia juga merupakan anggota dari BRICS, organisasi blok ekonomi Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

"Intinya, secara negara pun kita kan bebas aktif. Jadi, itu.

>>> BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online

Apalagi kita juga anggota BRICS," ujar Laode.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru