unique visitors counter
⌂ Beranda News Dindikbud Cilegon Minta Sekolah Fasilitasi OTS yang Gaptek pada SPMB

Dindikbud Cilegon Minta Sekolah Fasilitasi OTS yang Gaptek pada SPMB

Dindikbud Cilegon Minta Sekolah Fasilitasi OTS yang Gaptek pada SPMB
Orang tua siswa dibantu petugas sekolah saat mendaftar SPMB secara daring
A A Ukuran Teks16px

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah di wilayahnya.

Sekolah diminta untuk memfasilitasi orang tua siswa (OTS) yang masih gagap teknologi (gaptek) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

>>> IKN Tak Hanya Pusat Pemerintahan, Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

IN2

Kebijakan ini diambil untuk memastikan semua calon peserta didik dapat mendaftar tanpa hambatan teknis. Dindikbud Cilegon menekankan pentingnya pemerataan akses informasi dan pendaftaran.

Langkah Fasilitasi yang Diminta

Sekolah diharapkan menyediakan perangkat komputer atau laptop yang bisa digunakan OTS. Selain itu, petugas sekolah juga diminta mendampingi proses pendaftaran secara langsung.

Dindikbud juga meminta sekolah membuka posko bantuan teknis selama masa pendaftaran. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan bantuan bagi orang tua yang kesulitan mengakses sistem daring.

in2

Langkah ini dinilai penting karena tidak semua orang tua terbiasa dengan teknologi digital. Banyak di antara mereka yang membutuhkan bantuan manual untuk mengisi formulir dan mengunggah dokumen.

Tujuan Fasilitasi

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah mewujudkan SPMB yang inklusif dan adil. Semua calon peserta didik, tanpa terkecuali, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.

Dindikbud Cilegon berharap tidak ada anak yang gagal mendaftar hanya karena orang tuanya tidak bisa mengoperasikan sistem daring.

Oleh karena itu, peran sekolah sangat vital dalam menjembatani kesenjangan digital.

>>> DEN Gandeng ITS Susun Peta Jalan Implementasi Kebijakan Energi Nasional

Selain fasilitasi teknis, sekolah juga diminta aktif menyosialisasikan jadwal dan prosedur SPMB kepada orang tua. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk pertemuan tatap muka dan grup komunikasi.

Dindikbud juga mengingatkan sekolah untuk tetap mengikuti petunjuk teknis (juknis) SPMB yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

Kepatuhan terhadap juknis menjadi kunci kelancaran penerimaan murid baru.

Dengan adanya fasilitasi ini, diharapkan pelaksanaan SPMB 2026 di Cilegon berjalan lancar dan transparan. Partisipasi orang tua dalam mendampingi anak juga diharapkan meningkat.

Dindikbud Cilegon akan terus memantau pelaksanaan SPMB di setiap sekolah. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan.

Kebijakan serupa juga telah diterapkan di beberapa daerah lain sebagai respons terhadap tantangan digitalisasi pendidikan. Pemerintah daerah terus berupaya menyesuaikan kebijakan dengan kondisi masyarakat setempat.

>>> Manufaktur Peralatan dan Teknologi Tinggi Dorong Output Industri China

Dengan langkah ini, Dindikbud Cilegon berharap dapat menekan angka putus sekolah akibat kendala teknis. Semua anak usia sekolah di Cilegon diharapkan dapat mengenyam pendidikan sesuai jenjangnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru