Biro Statistik Nasional (NBS) China melaporkan output industri bernilai tambah tumbuh 5,6 persen secara tahunan dalam empat bulan pertama 2026.
Pertumbuhan ini didorong oleh sektor manufaktur peralatan dan teknologi tinggi.
>>> Pomdam Sriwijaya Tangkap Pelaku Penembakan Prajurit di Kafe Palembang
Pada April 2026, output industri bernilai tambah naik 4,1 persen dibandingkan April 2025. Angka ini juga meningkat 0,05 persen dari Maret 2026.
Output industri mengukur aktivitas perusahaan besar dengan omzet tahunan minimal 20 juta yuan (sekitar Rp51,5 miliar).
Kinerja Sektor dan Kepemilikan
Dalam empat bulan pertama 2026, sektor pertambangan mencatat pertumbuhan 5,5 persen secara tahunan.
Sektor manufaktur tumbuh 5,8 persen, sementara produksi dan pasokan listrik, pemanas, gas, serta air naik 4,5 persen.
Manufaktur peralatan mencatat pertumbuhan 8,7 persen secara tahunan. Manufaktur teknologi tinggi tumbuh lebih tinggi, yakni 12,6 persen.
>>> Pemkab Gianyar Dorong Transformasi Perpustakaan Berbasis TIK
Berdasarkan kepemilikan, perusahaan milik negara dan yang dikendalikan negara tumbuh 4,4 persen. Perusahaan swasta mencatat pertumbuhan 5,2 persen.
Produk Unggulan dan Laba
Produksi printer 3D melonjak 50,9 persen secara tahunan. Baterai litium-ion naik 36 persen, dan robot industri tumbuh 25,7 persen.
Pada kuartal I-2026, total laba perusahaan industri di atas skala tertentu mencapai sekitar 1,7 triliun yuan.
Angka ini meningkat 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Output bernilai tambah sektor manufaktur peralatan meningkat 8,7 persen (yoy), sedangkan sektor manufaktur teknologi tinggi naik 12,6 persen, menurut data NBS.
>>> Sektor Kehutanan RI dan Verra Percepat Perdagangan Karbon
Berdasarkan kepemilikan, output bernilai tambah perusahaan milik negara dan yang dikendalikan negara tumbuh 4,4 persen (yoy), sedangkan perusahaan swasta naik 5,2 persen.