unique visitors counter
⌂ Beranda News BEI: Saham RI Keluar dari Indeks Global Konsekuensi Jangka Pendek

BEI: Saham RI Keluar dari Indeks Global Konsekuensi Jangka Pendek

BEI: Saham RI Keluar dari Indeks Global Konsekuensi Jangka Pendek
A A Ukuran Teks16px

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa saham-saham perusahaan Indonesia dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yang dikeluarkan dari indeks global MSCI dan FTSE Russell merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa pengeluaran saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) sudah diantisipasi oleh pasar.

>>> Musim Kemarau Datang, PJT II Pastikan Air untuk Petani Tetap Mengalir

IN2

“Saya kira itu juga sudah disampaikan jauh-jauh hari warning-nya, itu sesuatu yang sudah diantisipasi oleh pasar,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Konsekuensi Jangka Pendek Reformasi

Jeffrey menjelaskan bahwa lembaga penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell memiliki metodologi sendiri untuk memasukkan atau mengeluarkan saham Indonesia.

“Sekali lagi itu adalah konsekuensi jangka pendek yang harus diterima, tetapi ini adalah upaya kita untuk memperbaiki pasar kita untuk jangka panjang,” ujar Jeffrey.

in2

Ia berharap kejelasan informasi mengenai konsekuensi ini dapat mengurangi ketidakpastian di pasar saham Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

“Artinya, mengurangi satu sumber ketidakpastian di pasar yang berminggu-minggu ini ditunggu oleh para pelaku pasar, bagaimana respons MSCI dan FTSE terhadap upaya reformasi yang dilakukan bersama oleh OJK dan SRO, dan itu sudah terjawab semuanya,” ujar Jeffrey.

>>> Persib Bandung Targetkan Kemenangan Lawan Persijap Jepara

Sebelumnya, MSCI telah mengeluarkan saham Indonesia kategori HSC dari indeks global mereka, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

FTSE Russell juga berencana mengeluarkan saham kategori HSC dari indeks global mereka, sebagaimana diumumkan dalam Indonesia-Index Treatment for the June 2026 Index Review.

BEI pada 2 April 2026 dan 8 Mei 2026 telah mengumumkan sepuluh saham kategori HSC, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).

Jeffrey menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO).

>>> Panen Melimpah, Harga Gabah Membuncah, Petani Sumringah

Ia berharap dengan keluarnya saham-saham tersebut dari indeks global, ketidakpastian di pasar dapat berkurang karena pelaku pasar sudah menantikan respons MSCI dan FTSE terhadap reformasi yang dilakukan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru