unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Jon Favreau Ingin Jembatani Generasi Lewat 'The Mandalorian and Grogu'
Hiburan

Jon Favreau Ingin Jembatani Generasi Lewat 'The Mandalorian and Grogu'

Poster film Star Wars: The Mandalorian and Grogu
Poster film Star Wars: The Mandalorian and Grogu
A A Ukuran Teks16px

Sutradara Jon Favreau bersiap membawa waralaba ikonik 'Star Wars' kembali ke layar lebar setelah hampir tujuh tahun absen.

Film terbaru berjudul 'Star Wars: The Mandalorian and Grogu' diharapkan mampu memikat penggemar lama sekaligus generasi baru.

Favreau menekankan bahwa film ini menjadi pintu masuk yang sempurna bagi penonton yang belum pernah mengenal 'Star Wars'.

Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers online dengan media Korea pada Kamis (21/5/2026).

“Saya sangat senang bisa menghadirkan 'Star Wars' ke bioskop untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun.

Saya berharap ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan 'Star Wars' kepada orang baru, sekaligus melibatkan semua penggemar yang sudah ada sejak awal,” ujar Favreau.

Kelanjutan Serial Populer

Film ini merupakan kelanjutan dari serial 'The Mandalorian' yang pertama kali tayang pada 2019.

Kisahnya mengikuti pemburu bayaran solo Din Djarin (Pedro Pascal) yang beroperasi di wilayah luar galaksi.

Din Djarin kemudian menjalin ikatan dengan seorang anak bernama Grogu yang sensitif terhadap Force. Bersama, mereka memulai perjalanan berbahaya melintasi bintang.

Favreau mengakui popularitas global Grogu, yang didorong media sosial, menjadi alasan utama karakter itu dipilih untuk memimpin waralaba kembali ke bioskop.

“Grogu, atau Baby Yoda, sangat populer di seluruh dunia,” katanya.

“Karakter-karakter ini terasa seperti pengalaman pertama yang baik untuk menjangkau audiens baru dan membawa mereka ke bioskop untuk menonton 'Star Wars' sebagaimana 'Star Wars' pertama kali disajikan,” tambah Favreau.

Sentuhan Klasik dan Efek Modern

Untuk menjaga DNA inti waralaba yang diciptakan George Lucas 50 tahun lalu, Favreau bekerja sama dengan mitra kreatifnya Dave Filoni yang ikut menulis naskah.

Mereka memadukan penceritaan mitis abadi dengan efek visual mutakhir.

Favreau menambahkan bahwa inti film terletak pada perkembangan emosional Din Djarin. Karakter itu berubah dari pemburu bayaran dingin menjadi figur ayah yang protektif.

“Dia berubah dari karakter yang tampaknya tidak punya hati nurani.

Dia adalah pemburu bayaran, dan kini melalui hubungan dengan anak itu, dia menjadi seseorang yang berjuang di sisi kebaikan dan menjadi orang tua,” jelas Favreau.

“Hatinya terbuka karena hubungan ini, dan perkembangan karakter itulah yang menjadi pusat cerita,” lanjutnya.

Film ini juga menawarkan skala sinematik masif dengan adegan aksi intens di darat, laut, dan udara.

Favreau mengungkapkan adegan paling menantang adalah urutan bawah air yang melibatkan Pascal dan monster raksasa.

“Kami memilih untuk menampilkan wajah Pascal, yang berarti kami tidak bisa menggunakan pemeran pengganti.

Pascal harus berada di air, dan kami harus merekam di atas dan di bawah air dengan kamera, serta membuatnya berinteraksi dengan monster raksasa.

Pengerjaannya sangat lambat dan menantang, tapi saya sangat puas dengan hasilnya,” ungkap Favreau.

Merenungkan perayaan Star Wars Day pada 4 Mei dan Hari Anak pada 5 Mei di Seoul, Favreau berharap film baru ini bisa menyatukan penonton dari segala usia.

“Setiap generasi mencapai usia tertentu dan terlibat dengan 'Star Wars' yang sedang terjadi pada titik itu dalam hidup mereka,” ujarnya.

“Ini adalah kesempatan untuk membawa para penggemar itu masuk, dan saya pikir semua penggemar 'Star Wars' diuntungkan ketika kita memiliki darah segar di komunitas penggemar dan generasi baru yang berbagi hasrat kita terhadap 'Star Wars',” pungkas Favreau.

'Star Wars: The Mandalorian and Grogu' akan dirilis di bioskop Korea pada Rabu (27/5/2026).

Kolaborasi Kreatif Favreau dan Filoni

Favreau menekankan pentingnya kerja sama dengan Dave Filoni, yang ikut menulis naskah, untuk memadukan penceritaan mitis abadi dengan efek visual mutakhir.

Ia juga menyoroti transformasi Din Djarin dari pemburu bayaran tanpa hati nurani menjadi figur ayah yang protektif, yang menjadi inti emosional film.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru