unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Marjane Satrapi, Kartunis dan Pembuat Film Iran-Prancis, Meninggal di Usia 56
News

Marjane Satrapi, Kartunis dan Pembuat Film Iran-Prancis, Meninggal di Usia 56

Potret Marjane Satrapi
Potret Marjane Satrapi
A A Ukuran Teks16px

Marjane Satrapi, kartunis dan pembuat film Iran-Prancis yang dikenal luas, meninggal dunia pada usia 56 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh kepresidenan Prancis pada Kamis (4/6/2026).

Dalam pernyataannya, kepresidenan Prancis menyebut kepergian Satrapi sebagai kehilangan besar bagi budaya Prancis. Ia digambarkan sebagai seniman yang mengabdikan diri pada kebebasan dengan karya yang membawa pesan universal.

Presiden Emmanuel Macron dan istrinya memberikan penghormatan. Mereka menyebut Satrapi sebagai seniman luar biasa yang mengubah masa kecilnya di Iran menjadi sebuah fabel universal.

Karya Ikonik 'Persepolis'

Satrapi paling dikenal melalui novel grafis dan film animasi hitam-putihnya, 'Persepolis'. Karya ini mengisahkan masa kecilnya di Tehran selama Revolusi Islam Iran.

'Persepolis' memenangkan Grand Prix Kritikus Film di Festival Cannes 2007 dan César Award untuk Skenario Adaptasi Terbaik pada 2008.

Film ini juga dinominasikan untuk Oscar Film Animasi Terbaik.

Dalam wawancara dengan Associated Press pada 2007, Satrapi mengatakan filmnya ingin menunjukkan bahwa orang Iran sama seperti orang lain.

"Jika orang-orang ini menakutkan, lihatlah lebih dekat: mereka punya orang tua, kekasih, harapan, dan cerita," ujarnya.

Pihak berwenang Iran saat itu memprotes pemutaran film di Cannes dengan mengirim surat ke Kedutaan Besar Prancis di Teheran.

Perjalanan Hidup dan Karier

Satrapi lahir pada 22 November 1969 di Rasht, Iran. Karena ekstremisme pasca-Revolusi 1979, orang tuanya mengirimnya ke Wina, Austria, pada 1983 untuk menyelesaikan pendidikan.

Ia kembali ke Iran pada 1989 untuk kuliah di Universitas Teheran, mengambil gelar di bidang komunikasi visual.

Setelah lulus, ia memutuskan untuk meninggalkan Iran dan pindah ke Prancis pada 1994.

Selain 'Persepolis', Satrapi juga menulis novel grafis 'Broderies' dan 'Poulet aux prunes' yang diadaptasi menjadi film.

Sebagai sutradara, ia menggarap 'La Bande des Jotas' dan 'Radioactive', biografi tentang Marie Curie.

Pada 2023, Satrapi mengoordinasikan buku 'Femme, vie, liberté' bersama seniman dan akademisi. Buku ini mengilustrasikan pemberontakan di Iran setelah kematian Mahsa Amini pada 2022.

Penghargaan dan Aktivisme

Satrapi terpilih sebagai anggota Akademi Seni Rupa Prancis pada 2024. Ia juga ditawari penghargaan tertinggi Prancis, Legion of Honor, pada tahun yang sama, tetapi menolaknya.

Dalam surat kepada otoritas Prancis pada Januari 2025, Satrapi menulis bahwa Prancis tidak cukup mendukung rakyat Iran yang berjuang untuk demokrasi.

"Ketika orang berjuang untuk demokrasi, kita harus mendukung mereka," tulisnya.

Pada 2024, Satrapi memenangkan Penghargaan Princess of Asturias untuk Komunikasi dan Kemanusiaan di Spanyol. Yayasan tersebut menggambarkannya sebagai "suara penting dalam pembelaan hak asasi manusia dan kebebasan".

Suami Satrapi, produser film Swedia Mattias Ripa, meninggal pada April 2025 di usia 53 tahun. Media Prancis melaporkan bahwa Satrapi meninggal karena "kesedihan" setahun setelah kepergian suaminya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru