Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) siap memimpin perubahan industri film di tahun 2025, bertepatan dengan peringatan 30 tahun penyelenggaraannya.
Festival genre film terbesar di Asia ini akan secara aktif mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dan media baru, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai rumah bagi sinema genre.
BIFAN 2025 akan berlangsung pada 2 hingga 12 Juli di Bucheon, sebelah barat Seoul.
Tahun ini, festival akan menampilkan jumlah film tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 321 film dari 50 negara.
Film AI dan XR Mendominasi
Mencerminkan visi festival yang berorientasi teknologi, BIFAN akan menayangkan 38 film buatan AI dan 28 proyek extended reality (XR).
Selain itu, terdapat 170 film panjang dan 85 film pendek dalam program utama.
Film pembuka festival adalah "The Blades of the Guardians" karya sutradara Yuen Woo-ping.
Chang Mi-hee, aktris sekaligus ketua festival, menegaskan bahwa peringatan 30 tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan awal baru bagi masa depan pembuatan film.
"Ini bukan sekadar cerita tentang lintasan waktu yang telah berlalu, tetapi momen untuk merefleksikan perjalanan 30 tahun terakhir dan melompat menuju masa depan sinema yang belum tiba," ujarnya dalam konferensi pers di Seoul, Selasa.
Chang menambahkan bahwa BIFAN telah menciptakan ruang uniknya sendiri dengan menghadirkan ide-ide aneh dan kreatif ke dalam dunia film.
"Tahun ini, kami akan mendemonstrasikan dengan cara yang menarik bagaimana AI dan teknologi tinggi dapat berpadu dengan imajinasi sinematik untuk mengintip kekuatan inheren sinema dan jiwa manusia," katanya.
Peluang di Tengah Tantangan Industri
Langkah BIFAN ini diambil di tengah masa sulit industri film global yang menghadapi tantangan dari layanan streaming dan AI generatif.
Namun, penyelenggara BIFAN melihatnya sebagai peluang besar bagi generasi pembuat film baru.
"BIFAN berusaha mengubah penampilannya sesuai dengan era yang akan datang," ujar Shin Chul, direktur eksekutif festival.
"Kami ingin memimpin dalam menyatukan streaming dan bioskop, serta menemukan dan menghubungkan teknologi AI dengan para kreator."
Untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi dan pertunjukan tradisional, upacara pembukaan akan menampilkan pertunjukan kolaboratif yang canggih, mengeksplorasi hubungan antara robot humanoid dan manusia.
Hal ini disampaikan oleh Song Seung-whan, direktur utama upacara pembukaan festival.
"Kami ingin upacara pembukaan ini secara visual melambangkan era baru BIFAN," kata Song.
"Dengan menghadirkan robot humanoid di atas panggung bersama para pemain manusia, kami akan menyajikan tontonan harmonis yang mewujudkan bagaimana seni dan teknologi canggih dapat hidup berdampingan dan saling menginspirasi."
Program Spesial dan Sorotan Regional
Untuk merayakan ikatan budaya internasional, BIFAN juga akan menampilkan retrospektif fiksi ilmiah Prancis khusus dalam rangka peringatan 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis.
Selain itu, program sorotan akan berfokus pada para pembuat film master dan aktor dari pasar Asia Timur yang berkembang pesat, seperti Hong Kong dan Indonesia.