Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat merilis laporan setebal 35 halaman pada Rabu (2/7) yang menuduh Korea Selatan melakukan "serangan diskriminatif" terhadap raksasa e-commerce Coupang Inc. dan perusahaan AS lainnya.
Laporan sementara berjudul "Closed for Competition: Korea's Discriminatory Attacks on American-owned Businesses" ini menyebut perlakuan Korea Selatan melanggar perjanjian dagang bilateral yang ditandatangani tahun lalu.
>>> Cara Registrasi Kartu SIM Telkomsel dan XL Pakai Verifikasi Wajah
Laporan tersebut secara khusus menyoroti penyelidikan otoritas Korea terhadap kasus kebocoran data Coupang. Menurut komite, Coupang telah menjadi "target konsisten" pemerintah Seoul.
"Korea memiliki sejarah panjang melakukan diskriminasi ekonomi terhadap perusahaan asing," bunyi laporan itu.
Praktik tersebut mencakup taktik investigasi koersif, persyaratan regulasi yang terlalu memberatkan, serta denda dan penalti besar yang dimaksudkan untuk menghukum perusahaan AS.
Laporan itu berargumen bahwa perlakuan Korea terhadap bisnis AS adalah bagian dari pola yang lebih luas di mana pemerintah asing "mempersenjatai" diskresi luas mereka di bawah hukum persaingan untuk "melindungi industri domestik dari persaingan AS."
Tindakan ini dinilai langsung melanggar perjanjian perdagangan terbaru dengan AS, sebagaimana tercantum dalam lembar fakta bersama yang dirilis November lalu.
Lembar fakta tersebut menyatakan kedua pemerintah berkomitmen memastikan perusahaan AS tidak didiskriminasi dan tidak menghadapi hambatan yang tidak perlu.
Laporan tersebut mengutip Coupang sebagai contoh praktik "proteksionis" Korea. Pertumbuhan pesat dan kesuksesan kompetitif perusahaan disebut telah menjadikannya "target konsisten" pemerintah Korea.
>>> Pembicaraan AS-Iran di Doha Berakhir, Fokus pada Selat Hormuz
Argumen ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa lobi ekstensif Coupang di Washington dapat meningkatkan ketegangan diplomatik atas investigasi Korea terhadap kebocoran data yang memengaruhi lebih dari 33 juta pengguna.