Musim panas di Seoul bukanlah momok yang ditakuti warga lokal. Mereka justru pandai beradaptasi dengan cuaca panas.
Aktivitas luar ruangan dimulai sejak pagi, siang hari dihabiskan di dalam ruangan, dan malam menjadi waktu terbaik untuk menikmati kota.
>>> BTS V Jadi Duta Global Jinro, Dorong Ekspansi ke Pasar Internasional
Makanan musiman juga membantu mengatasi panas.
Bagi wisatawan, mengikuti kebiasaan lokal ini bisa menjadi cara termudah untuk merasakan Seoul selama bulan-bulan terpanas.
Mulai Hari Lebih Awal
Cara terbaik menikmati Seoul di musim panas adalah memulai hari sebelum suhu mencapai puncaknya.
Tempat wisata bersejarah seperti Gyeongbok Palace, Bukchon Hanok Village, dan Gunung Nam biasanya lebih sepi dan nyaman pada pagi hari.
Banyak warga juga menjadwalkan olahraga, jalan-jalan, dan tugas harian sebelum makan siang. Mulai lebih awal membantu menghindari sinar matahari terik dan menyisakan waktu untuk eksplorasi dalam ruangan.
Santai di Siang Hari
Saat suhu dan kelembapan naik, warga Seoul mengubah ritme daripada memaksakan diri di luar.
Mal besar, museum, department store, dan tempat budaya menawarkan kesejukan sekaligus kesempatan menjelajah kota.
Coex, Hyundai Seoul, Museum Nasional Korea, dan HiKR Ground menjadi tempat populer untuk menghabiskan waktu.
Sistem kereta bawah tanah Seoul juga memudahkan perpindahan antar lingkungan tanpa terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.
Nikmati Malam di Luar Ruangan
Malam hari adalah saat Seoul hidup kembali. Suhu mulai turun, taman tepi sungai, alun-alun, dan jalan-jalan lingkungan dipenuhi orang menikmati cuaca sejuk.
Sungai Han tetap menjadi destinasi musim panas utama. Keluarga, pekerja kantoran, dan turis berkumpul untuk piknik, bersepeda, dan berjalan-jalan saat matahari terbenam.
Bagi yang ingin lebih aktif, tersedia paddleboarding, kayak, dan selancar angin di beberapa taman Sungai Han. Kapal pesiar mewah di dekat Banpo menawarkan pemandangan cakrawala Seoul yang berbeda.