Atapnya hilang. Saya kehilangan apartemen, sendirian dengan anak saya.
Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarang."
Reaksi Internasional dan Permintaan Bantuan
Zelenskyy mendesak Amerika Serikat memberikan lisensi untuk memproduksi rudal pencegat Patriot. "Kami sangat mengandalkan keputusan AS mengenai lisensi untuk Patriot," katanya di Facebook.
Setelah pembicaraan dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb, ia menambahkan: "Pertahanan terhadap rudal balistik tidak mungkin dilakukan tanpa jumlah rudal yang cukup untuk sistem Patriot."
Ukraina ingin memproduksi amunisi untuk sistem pencegat rudal buatan AS, tetapi pakar pertahanan mengatakan perlu waktu untuk menyiapkan produksi di dalam negeri.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP bahwa Presiden Donald Trump menginginkan kesepakatan damai untuk mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal di Ukraina.
Kepala kebijakan luar negeri EU Kaja Kallas mengatakan akan mengusulkan sanksi baru terhadap Moskow atas serangan itu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk rentetan rudal Rusia dan mengulangi seruan gencatan senjata.
"Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun terjadi merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," kata juru bicaranya Stephane Dujarric.
Zelenskyy Perpendek Kunjungan
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Zelenskyy memperpendek kunjungan ke Dublin pada Rabu, dengan alasan laporan intelijen tentang serangan Rusia yang akan datang.
Zelenskyy mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina sejak beberapa waktu lalu.
Ukraina telah meningkatkan serangan drone jarak jauh di dalam Rusia dalam beberapa pekan terakhir, menargetkan infrastruktur energi dan sasaran militer.
>>> Penyerangan Pedagang Buah di Tangerang, Dua Pelaku Ditangkap
Pejabat Rusia melaporkan serangan berulang di wilayah perbatasan, sementara Moskow mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat ratusan drone dari Ukraina dalam beberapa hari terakhir.