unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pesta Introvert di Seoul: Cara Tenang Bersosialisasi Tanpa Alkohol dan Kebisingan

Pesta Introvert di Seoul: Cara Tenang Bersosialisasi Tanpa Alkohol dan Kebisingan

Pesta Introvert di Seoul: Cara Tenang Bersosialisasi Tanpa Alkohol dan Kebisingan
Ilustrasi: Pesta Introvert di Seoul: Cara Tenang Bersosialisasi Tanpa Alkohol dan Kebisingan
A A Ukuran Teks16px

Kim, 27, bergabung karena penasaran dengan pemikiran orang seusianya. 'Saya senang bisa mendengar begitu banyak perspektif berbeda,' ujarnya.

Lee Min-jin, 29, lebih menyukai pertemuan introvert yang memungkinkan percakapan tulus dalam kelompok kecil, daripada acara besar yang berfokus pada alkohol atau hiburan.

>>> G-Dragon Jadi Duta Kehormatan Sidang UNESCO di Busan

Menariknya, acara ini juga menarik ekstrovert. Choi Ji-won, 26, mengaku menyukai kenyamanan saat berbincang dengan introvert.

'Kamu bisa mengobrol dengan tenang tanpa reaksi berlebihan,' katanya.

Tantangan dan Peran Host

Tae Kwan-young, penyelenggara Uyeonhan Agit, mengatakan bahwa ia sendiri seorang introvert. 'Bahkan introvert pun punya keinginan untuk berekspresi dan berbagi ide dengan orang lain,' ujarnya.

in2

Ha, 33, yang menjalankan Sayu Club, mengatakan peserta sering bercanda menyebut diri mereka 'kumpulan pengungsi pesta besar'.

Tingkat pengulangan kehadiran cukup tinggi, dengan lebih dari setengah peserta mendaftar lagi.

Namun, sifat acara ini menghadirkan tantangan tersendiri. Karena semua orang baru pertama kali bertemu dan tidak ada 'jiwa pesta', keheningan canggung sering terjadi.

Peran host menjadi krusial untuk memecah ketegangan.

Han Dong-kwon, 35, penyelenggara Introverts' Night, mengatakan ia terus menyediakan konten yang layak dipikirkan agar peserta bisa membuka diri.

Perspektif Ahli

Lim Myung-ho, profesor psikologi di Dankook University, mengatakan pertemuan introvert bisa menjadi sumber stabilitas psikologis. Namun ia memperingatkan agar tidak terlalu bergantung.

'Jika kamu hanya bertemu orang yang persis seperti dirimu, pengalamanmu dalam membangun hubungan di lingkungan baru bisa terganggu,' kata Lim.

Kwak Keum-joo, profesor psikologi di Seoul National University, mengatakan tren ini mencerminkan kecenderungan memilih pertemuan yang bermakna.

Namun ia mengingatkan bahwa lingkaran sosial bisa menyusut jika hanya bertemu orang yang serupa.

>>> BTS V Jadi Duta Global Jinro, Dorong Ekspansi ke Pasar Internasional

Ia menyarankan agar orang mempertimbangkan bahwa 'pertemuan yang tidak nyaman dan perbedaan bisa menawarkan kesempatan untuk bertumbuh.'

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru