Di Seoul, tren pesta introvert semakin populer sebagai alternatif bersosialisasi yang lebih tenang. Acara ini dirancang khusus bagi mereka yang ingin terhubung tanpa tekanan alkohol dan kebisingan.
Pada 6 Juni lalu, enam orang berkumpul di sebuah ruang pesta remang-remang di Yeongdeungpo, Seoul barat.
>>> Tips Menikmati Musim Panas di Seoul Seperti Warga Lokal
Mereka mengikuti 'Deep Talk Club', salah satu dari sekian banyak acara untuk kaum introvert yang kini bermunculan.
Pertanyaan sederhana seperti 'Apa artinya hidup autentik?' mampu membuat ruangan hening.
Seorang peserta menjawab, 'Bagiku, itu berarti tidak peduli penilaian orang lain dan tidak berbohong pada diri sendiri.'
Acara ini menggunakan kartu perkenalan dan topik diskusi tentang kehidupan dan nilai pribadi. Beberapa acara bahkan melarang atau membatasi alkohol agar percakapan tetap fokus.
Fenomena Pesta Introvert
Istilah 'pesta introvert' mungkin terdengar kontradiktif, namun format ini sudah mapan dalam budaya pertemuan sosial Korea.
Aplikasi komunitas Munto bahkan mencantumkan pesta introvert bersama pesta anggur dan permainan papan.
Di Instagram, tagar #introvertparty telah digunakan lebih dari 500 kali. Karena introvert cenderung jarang mengunggah konten, pasar sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar.
Banyak peserta datang untuk mencari pasangan. Kwon, seorang peserta, mengaku alasan utamanya adalah mencari kekasih.
'Dalam hubungan yang berkelanjutan, saya harus berhati-hati dengan kata-kata. Tapi di acara sekali ini, saya bisa menjadi diri sendiri sepenuhnya,' katanya.
Daya Tarik Percakapan Mendalam
Heo, 33, yang menyebut dirinya introvert ekstrem, merasa acara ini cocok karena memungkinkannya bertemu banyak orang dan berinteraksi bermakna dalam satu kesempatan.
Ia juga memuji pencahayaan yang tidak terlalu terang dan kebebasan memilih topik.
