Musim panas di Seoul bukanlah momok yang ditakuti warga lokal. Mereka justru pandai beradaptasi dengan cuaca panas.
Aktivitas luar ruangan dimulai sejak pagi, siang hari dihabiskan di dalam ruangan, dan malam menjadi waktu terbaik untuk menikmati kota.
Makanan musiman juga membantu mengatasi panas.
Bagi wisatawan, mengikuti kebiasaan lokal ini bisa menjadi cara termudah untuk merasakan Seoul selama bulan-bulan terpanas.
Mulai Hari Lebih Awal
Cara terbaik menikmati Seoul di musim panas adalah memulai hari sebelum suhu mencapai puncaknya.
Tempat wisata bersejarah seperti Gyeongbok Palace, Bukchon Hanok Village, dan Gunung Nam biasanya lebih sepi dan nyaman pada pagi hari.
Banyak warga juga menjadwalkan olahraga, jalan-jalan, dan tugas harian sebelum makan siang. Mulai lebih awal membantu menghindari sinar matahari terik dan menyisakan waktu untuk eksplorasi dalam ruangan.
Santai di Siang Hari
Saat suhu dan kelembapan naik, warga Seoul mengubah ritme daripada memaksakan diri di luar.
Mal besar, museum, department store, dan tempat budaya menawarkan kesejukan sekaligus kesempatan menjelajah kota.
Coex, Hyundai Seoul, Museum Nasional Korea, dan HiKR Ground menjadi tempat populer untuk menghabiskan waktu.
Sistem kereta bawah tanah Seoul juga memudahkan perpindahan antar lingkungan tanpa terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.
Nikmati Malam di Luar Ruangan
Malam hari adalah saat Seoul hidup kembali. Suhu mulai turun, taman tepi sungai, alun-alun, dan jalan-jalan lingkungan dipenuhi orang menikmati cuaca sejuk.
Sungai Han tetap menjadi destinasi musim panas utama. Keluarga, pekerja kantoran, dan turis berkumpul untuk piknik, bersepeda, dan berjalan-jalan saat matahari terbenam.
Bagi yang ingin lebih aktif, tersedia paddleboarding, kayak, dan selancar angin di beberapa taman Sungai Han. Kapal pesiar mewah di dekat Banpo menawarkan pemandangan cakrawala Seoul yang berbeda.
Kota juga memperluas atraksi musiman tahun ini.
Program rekreasi air beroperasi di taman Sungai Han sepanjang Juli, sementara Gwanghwamun Square kembali menggelar "Seoul Summer Beach" mulai 20 Juli hingga 9 Agustus.
Makan Seperti Warga Lokal
Makanan adalah bagian dari pengalaman musim panas Korea. Beberapa hidangan musiman mungkin mengejutkan wisatawan pertama kali.
Naengmyeon, mi dingin, adalah salah satu hidangan paling populer. Mi kenyal disajikan dalam kuah es atau dicampur saus pedas, menjadi hidangan musim panas khas Korea.
Banyak wisatawan awalnya terkejut, tetapi kemudian mengerti mengapa orang Korea mencari naengmyeon setiap musim panas. Hidangan ini juga nikmat setelah barbekyu Korea, memberikan kontras sejuk dengan daging panggang.
Tradisi unik lainnya adalah samgyetang, sup ayam utuh berisi nasi, yang dinikmati selama periode terpanas tahun ini.
Bagi banyak pengunjung, makan sup ayam panas di tengah musim panas terasa tidak biasa.
Kebiasaan ini mencerminkan kepercayaan tradisional bahwa sup membantu memulihkan energi tubuh yang hilang akibat keringat berlebih.
Samgyetang tetap menjadi hidangan musim panas terkenal, dan restoran sering antre panjang selama "sambok," tiga hari terpanas menurut kalender lunar.
Tetap Aman
Meskipun perencanaan matang, panas dan kelembapan Seoul tidak boleh diremehkan.
Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea menyarankan minum air secara teratur, menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam terpanas, dan mencari ruangan ber-AC.
Lansia, anak kecil, dan penderita penyakit kronis sangat rentan terhadap penyakit terkait panas.
Siapa pun yang mengalami pusing, mual, atau kelelahan tidak biasa harus segera pindah ke tempat sejuk dan mencari bantuan medis jika gejala berlanjut.
Dari menikmati semangkuk naengmyeon dingin hingga menghabiskan malam di tepi Sungai Han, rutinitas musim panas Seoul telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Wisatawan yang mengikuti rutinitas ini dapat menikmati kota dengan lebih nyaman selama bulan-bulan terpanas.