Musim panas tidak hanya menguras energi, tetapi juga dapat membuat kulit tampak lebih lelah dan tua.
Sinar ultraviolet (UV) yang kuat dan panas terik menjadi faktor utama penuaan dini pada kulit.
>>> Regatta Naga Internasional Meriahkan Sungai Suyeong Busan
Paparan UV yang intens dapat merusak elastin dan kolagen di lapisan dermis, meningkatkan risiko munculnya bintik hitam, garis halus, dan kerutan.
Selain itu, kulit bekerja ekstra untuk menjaga suhu tubuh tetap normal, sekitar 31-33 derajat Celsius, dengan melebarkan kapiler dan melepaskan panas.
Proses ini dapat meningkatkan produksi sebum, membuat pori-pori tampak lebih besar, dan menyebabkan hilangnya kelembapan. Risiko hiperpigmentasi juga meningkat akibat paparan UV yang kuat.
Penelitian menunjukkan bahwa penuaan kulit dimulai sekitar usia 35 tahun, saat produksi kolagen mulai menurun. Kolagen berperan penting menjaga elastisitas dan kelembapan kulit.
Mulai usia 30-an, kerutan, bintik hitam, dan tanda-tanda penuaan lainnya menjadi lebih terlihat, sementara elastisitas kulit menurun.
Perawatan kulit yang baik, termasuk penggunaan tabir surya dan produk yang sesuai, sangat penting, tetapi pola makan juga berperan besar.
Makanan yang Membantu Mencegah Penuaan Kulit
Beberapa makanan kaya nutrisi dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan memperlambat proses penuaan. Berikut ini daftarnya.
Tomat: Tomat mengandung likopen, antioksidan kuat yang memberi warna merah. Likopen membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas dan menurunkan stres oksidatif pada kulit.
Tomat juga kaya vitamin C yang penting untuk produksi kolagen.
Ikan berlemak: Asam lemak omega-3 berperan dalam mengatur respons peradangan. Peradangan kronis dapat berkontribusi pada kerusakan kulit dan proses penuaan.
Omega-3 juga terkait dengan lemak penyusun membran sel kulit, membantu menjaga skin barrier dan mengurangi kehilangan kelembapan.

