Aktor Lee Jung-jae baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia selalu memakai tabir surya karena kondisi kulitnya yang masih dalam proses pemulihan.
Dalam video terbaru di kanal YouTube agensinya, Artist Company, Lee terlihat bersiap untuk sebuah acara.
Saat itu ia baru selesai mandi di hotel dan kamera tiba-tiba mendekat, membuatnya panik.
"Aku bahkan belum mengeringkan rambut dengan benar," ujarnya sambil bergegas merapikan diri.
Meski terburu-buru, Lee tetap mengocok botol di tangannya dan berkata, "Aku masih harus keluar, jadi aku perlu memakai tabir surya."
Ia menjelaskan, "Kondisi kulitku belum sepenuhnya sembuh. Masih dalam proses penyembuhan, jadi aku harus memastikan memakai tabir surya."
"Kalau tidak, bisa muncul bintik hitam," tambahnya.
"Dulu aku tidak memakai tabir surya saat muda, tapi sedikit demi sedikit aku mulai melihat bintik-bintik. Itu menggangguku lebih dari yang kuduga.
Jadi sekarang, aku mencoba memakainya kapan pun bisa. Aku agak menyesal tidak memakainya saat muda," ungkap Lee.
Lee tidak menyebutkan jenis kondisi kulit yang dialaminya.
Namun, jika kondisi tersebut membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari, melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV) bisa menjadi bagian penting dalam penanganannya.
Paparan UV dapat memperburuk kondisi kulit tertentu
American Academy of Dermatology menyebut sinar matahari sebagai pemicu utama yang dapat memperburuk rosacea, kondisi yang menyebabkan kemerahan pada wajah dan pembuluh darah terlihat.
Dalam beberapa kasus, bahkan beberapa menit paparan sinar matahari dapat menyebabkan wajah memerah parah.
Lupus yang menyerang kulit juga bisa diperparah oleh paparan UV, yang dapat memicu ruam baru atau memperburuk gejala yang ada.
Untuk pasien seperti itu, American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih setiap hari.
Ketika kulit yang meradang terpapar sinar matahari berlebihan, peradangan bisa menjadi lebih parah.
Peradangan juga dapat merangsang produksi melanin.
Jika dikombinasikan dengan paparan UV, hal ini dapat memperburuk hiperpigmentasi pasca-inflamasi, yaitu area kulit yang tetap cokelat atau gelap setelah peradangan sembuh.
Mengapa pemakaian sejak dini penting
"Bintik hitam" yang disebut Lee juga berkaitan erat dengan paparan sinar matahari.
Radiasi UV merangsang produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.
Ketika kulit terpapar sinar matahari berulang kali selama bertahun-tahun, melanin berlebih dapat menumpuk di area tertentu, sehingga muncul bintik cokelat di wajah, tangan, dan area lain yang terpapar.
Semakin sering atau intens kulit terpapar sinar matahari, semakin besar kemungkinan munculnya bintik-bintik ini.
Penting untuk diketahui, kerusakan UV tidak dimulai secara tiba-tiba saat tanda-tanda penuaan terlihat.
Kerusakan itu justru terakumulasi seiring waktu.
Oleh karena itu, perlindungan matahari yang konsisten sejak usia muda lebih baik daripada menunggu sampai bintik hitam terlihat.
Penelitian mendukung pendekatan ini.
Dalam sebuah studi acak terhadap 903 orang dewasa di Australia yang diikuti selama sekitar 4,5 tahun, peserta yang memakai tabir surya setiap hari mengalami 24 persen lebih sedikit perkembangan penuaan kulit dibandingkan mereka yang hanya memakai saat merasa perlu.
Para peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan tabir surya secara teratur dapat memperlambat penuaan kulit.
Radiasi UV juga dapat merusak kolagen dan serat elastis di bawah permukaan kulit.
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan photoaging — penuaan kulit dini akibat paparan sinar matahari — termasuk kerutan dan hilangnya elastisitas.
Tabir surya, oleh karena itu, lebih tepat dipahami sebagai tindakan pencegahan yang membantu mengurangi pigmentasi baru dan penuaan kulit, bukan sebagai produk yang menghilangkan bintik hitam yang sudah ada.
Jangan hanya fokus pada angka SPF
Saat memilih tabir surya, umumnya disarankan untuk memilih produk dengan SPF 30 atau lebih dan peringkat PA yang jelas.
SPF mengukur perlindungan terhadap ultraviolet B, yang terutama menyebabkan kulit terbakar, sedangkan peringkat PA menunjukkan perlindungan terhadap ultraviolet A, yang berkontribusi pada penuaan kulit dan pigmentasi.
American Academy of Dermatology juga merekomendasikan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30.
Orang dengan kondisi kulit atau kulit sensitif mungkin perlu memperhatikan bahan-bahannya.
Tabir surya mineral yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide sebagai bahan aktif mungkin lebih tidak mengiritasi bagi sebagian orang dengan kulit sensitif, rosacea, atau eksim.
Memilih produk tanpa pewangi juga dapat membantu meminimalkan iritasi.
Bagi mereka yang sangat peduli dengan hiperpigmentasi, seperti melasma atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi, tabir surya berwarna yang mengandung iron oxides bisa menjadi pilihan lain.
Tabir surya konvensional terutama melindungi dari radiasi UV, sedangkan tabir surya berwarna dengan iron oxides juga dapat membantu mengurangi paparan cahaya tampak, yang dapat berkontribusi pada pigmentasi.