Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) akhirnya menyetujui filter tabir surya baru pertama dalam lebih dari dua dekade.
Namun, bagi penggemar skincare Korea di AS, pertanyaan besarnya adalah: apakah satu filter baru sudah cukup?
>>> InfraNexia Perkuat Kolaborasi untuk Pemerataan Internet di HUT APJII ke-30
FDA menyetujui bemotrizinol pada Juni lalu.
Filter ultraviolet spektrum luas ini telah digunakan selama bertahun-tahun dalam tabir surya yang dijual di Korea Selatan, Eropa, dan pasar lainnya.
Ini adalah bahan aktif baru pertama yang ditambahkan ke monografi tabir surya over-the-counter AS sejak akhir 1990-an.
Bemotrizinol, juga dikenal sebagai BEMT atau Tinosorb S, melindungi dari sinar UVA dan UVB serta sangat fotostabil.
Persetujuan ini menandai perubahan signifikan bagi industri tabir surya AS yang selama ini memiliki lebih sedikit pilihan filter UV dibandingkan produsen luar negeri.
FDA sendiri mengakui tahun lalu bahwa mereka 'secara historis bergerak terlalu lambat' dalam inovasi tabir surya.
Kesenjangan itu juga menjadi salah satu alasan tabir surya Korea begitu digemari konsumen kecantikan Amerika.
Para penggemar memuji teksturnya yang ringan dan formulasi yang mengandung filter UV baru yang tidak tersedia di AS.
Peluang bagi Produsen AS dan Asia
Bagi produsen tabir surya AS, bemotrizinol menawarkan peluang untuk mulai mempersempit kesenjangan tersebut.
Brandon Crist, wakil presiden manajemen bisnis di BASF Personal Care Americas, mengatakan Tinosorb S mewakili inovasi fotoproteksi selama puluhan tahun.
Persetujuan ini juga dapat menguntungkan produsen Asia.
BASF dalam pengumuman terpisah untuk Asia-Pasifik mengatakan langkah ini menciptakan 'peluang pertumbuhan baru bagi pelanggan di seluruh kawasan Asia Pasifik'.
Namun, bagi penggemar K-Beauty, langkah FDA hanya sebatas itu. Bemotrizinol hanyalah salah satu dari beberapa filter UV generasi baru yang digunakan dalam tabir surya Korea.

