Pemerintah Tiongkok resmi memberangkatkan dua ekor panda raksasa, Ping Ping dan Fu Shuang, ke Atlanta, Amerika Serikat, pada Minggu (27/9/2026) dini hari.
Pengiriman pasangan panda berusia enam tahun ini dilakukan tepat setelah kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Washington berakhir.
Kedua satwa diterbangkan dari Bandara Internasional Chengdu Shuangliu menggunakan pesawat sewaan FedEx Boeing 777 sekitar pukul 02.55 waktu setempat.
Penerbangan berdurasi sekitar 16 jam itu mendarat di Atlanta pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
Keduanya akan menempati Kebun Binatang Atlanta dalam skema pinjaman selama 10 tahun.
Pengiriman ini menjadi bagian dari kesepakatan diplomasi panda usai pertemuan puncak antara Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump.
Sebelum diberangkatkan, Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu menggelar upacara perpisahan serta masa karantina selama satu bulan.
Karantina itu untuk melatih kedua panda menghadapi perjalanan udara.
Selama proses penerbangan, kebutuhan nutrisi kedua panda tetap dijaga dengan pasokan makanan khusus berupa roti jagung kukus, rebung, dan wortel.
Tim perawatan hewan serta dokter hewan berpengalaman dari Amerika Serikat dan Tiongkok turut mendampingi perjalanan.
Mereka memastikan kondisi kesehatan kedua panda hingga tiba di lokasi karantina Kebun Binatang Atlanta.
Pihak Kebun Binatang Atlanta sebelumnya telah merenovasi fasilitas kandang panda dan menyediakan pasokan bambu lokal secara berkelanjutan.
Kota Atlanta dipilih karena memiliki iklim yang serupa dengan kawasan Chengdu, tempat asal kedua panda tersebut.
Pesan Xi Jinping
Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan pentingnya kehadiran satwa tersebut dalam mempererat hubungan kedua negara di tengah dinamika politik global.
"Panda raksasa telah menjadi utusan persahabatan antara China dan Amerika," kata Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Ia menyampaikan pengumuman resmi tersebut di tengah agenda pertemuannya dengan jajaran pejabat tinggi Amerika Serikat di Washington.
"Saya memiliki kabar baik di sini.
Dalam beberapa hari ke depan, dua ekor panda, Ping Ping dan Fu Shuang, akan tiba di rumah baru mereka di Kebun Binatang Atlanta dan menyapa masyarakat Amerika," kata Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Xi Jinping menambahkan bahwa hubungan bilateral membutuhkan ruang komunikasi yang konstruktif dan terbuka.
"Baik China maupun AS adalah negara besar, dan rakyat kedua negara pun merupakan bangsa yang hebat.
Saya mengunjungi AS atas undangan Presiden Trump untuk melanjutkan persahabatan kita, memperluas kerja sama, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara," tambah Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Ia menilai kepemimpinan kedua negara memegang peran penting dalam mengarahkan stabilitas hubungan diplomatik dunia.
"Presiden Trump, dalam kunjungan Anda ke China tahun ini, kita sepakat untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis; hal ini disambut baik oleh rakyat kedua negara maupun masyarakat internasional.
Saya siap bekerja sama dengan Anda untuk mengarahkan kapal besar hubungan China-AS agar tetap berada pada jalur yang stabil menuju masa depan," ungkap Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Menurutnya, dialog secara bertahap dapat meminimalisasi ketegangan dan perbedaan kepentingan nasional.
"Presiden Trump dan saya saling menghormati satu sama lain. Kami telah membangun hubungan pribadi yang baik dan terus menjalin komunikasi.
Kami mendorong instansi pemerintah baik yang membidangi urusan luar negeri, ekonomi, kerja sama keuangan, penegakan hukum, dan pertukaran antarwarga untuk semakin memperkuat interaksi, serta mendukung badan legislatif kedua negara dalam meningkatkan pertukaran," jelas Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Xi Jinping menekankan bahwa kerja sama strategis antara Beijing dan Washington sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan global.
"Kerja sama China-AS mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah di dunia. Namun, tanpa kerja sama kita, akan sulit untuk mengatasi berbagai persoalan dunia," tambah Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Terkait sektor ekonomi, Beijing menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi iklim investasi yang sehat bagi perusahaan asing.
"Kami berharap perusahaan-perusahaan China juga diperlakukan secara adil di AS.
Dengan bekerja sama, kita dapat memperpanjang daftar kerja sama dan memperpendek daftar permasalahan," ungkap Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Ia juga mengaitkan prinsip persaingan antarnegara yang tetap harus berjalan pada batas wajar tanpa memicu benturan militer.
"Kita harus hidup berdampingan secara damai.
Kita tidak perlu menghindari pembicaraan mengenai persaingan, tapi persaingan tersebut haruslah sehat dan tetap dalam batasan yang wajar.
Persaingan ini hendaknya menjadi ajang saling mengejar kemajuan, bukan pergulatan yang hanya mengenal pemenang dan pihak yang kalah," jelas Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Guna menghindari eskalasi bentrokan, komunikasi antarangkatan bersenjata kedua negara menurutnya menjadi prioritas utama.
"Kita pasti dapat menemukan jalan yang tepat bagi kedua negara besar ini untuk hidup rukun di planet yang kita sebut sebagai rumah bersama ini.
Angkatan bersenjata kedua negara perlu memelihara dialog rutin serta menyempurnakan mekanisme komunikasi dan pencegahan krisis sehingga 'Thucydides Trap' pun dapat diatasi," ungkap Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Di akhir penyampaiannya, ia mengumumkan program pertukaran pemuda guna mempererat ikatan sejarah antarwarga.
"Harapan bagi hubungan China-AS terletak pada rakyat kita, dan masa depannya berada di tangan generasi muda.
Saya dengan gembira mengumumkan undangan bagi 100.000 pemuda Amerika untuk mengunjungi China guna mengikuti program pertukaran dan studi dalam kurun waktu lima tahun mendatang," tegas Xi Jinping, Presiden Tiongkok.
Pengelola kawasan konservasi di Sichuan membagikan kriteria pemilihan fisik dan karakter kedua mamalia tersebut sebelum dikirimkan ke luar negeri.
"Mereka harus jinak dan menyukai satu sama lain, serta diharapkan dapat kawin secara alami," kata Li Mingxi, Wakil Direktur Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding.
Di sisi lain, perwakilan diplomatik Tiongkok menyambut keberangkatan hewan legendaris ini melalui jejaring sosial resminya.
"Siap-siap menyambut dua bintang berbulu kita!" tulis Xie Feng, Duta Besar China untuk AS.
Keberangkatan pasangan satwa tersebut juga meninggalkan kesan emosional bagi para tenaga perawat di pusat penangkaran Sichuan.
"Setelah merawat mereka begitu lama, rasanya seperti membesarkan anak sendiri," kata Fu, Pengasuh Panda Chengdu Research Base.
Kedatangan Ping Ping dan Fu Shuang mengembalikan kehadiran panda raksasa di Kebun Binatang Atlanta setelah kebun binatang tersebut tidak lagi memiliki panda sejak tahun 2024.
Tradisi peminjaman panda raksasa dari Tiongkok ke Amerika Serikat sendiri telah berlangsung sejak tahun 1972 pascakunjungan bersejarah Presiden Richard Nixon ke Beijing.
