Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menjajaki peluang menjadi tuan rumah kejuaraan internasional yang menjadi bagian jalur kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Langkah itu ditempuh melalui diplomasi olahraga dengan sejumlah pemimpin federasi dunia.
Momentum Dakar dan Pertemuan dengan Federasi Dunia
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari memakai penyelenggaraan Youth Olympic Games Dakar 2026 sebagai momentum membangun komunikasi dengan sejumlah federasi.
Kehadirannya di Dakar tidak hanya untuk mendampingi atlet muda Indonesia, tetapi juga memperjuangkan kepentingan olahraga nasional.
Okto menilai setiap multievent memberi manfaat diplomatik yang perlu dimaksimalkan.
"Setiap multievent adalah kesempatan bagi kita untuk berdiplomasi.
Pada kesempatan Youth Olympic Games Dakar 2026, kami bertemu langsung dengan para pimpinan federasi internasional, IOC, dan berbagai organisasi olahraga dunia," kata Okto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2026).
Dalam rangkaian agenda itu, Okto bertemu Presiden World Skate Sabatino Aracu, Presiden International Table Tennis Federation (ITTF) Petra Sörling, serta Presiden International Weightlifting Federation (IWF) Mohammed Jalood.
Komunikasi juga dilakukan dengan Presiden World Aquatics Husain Al-Musallam, Presiden World Climbing Marco Maria Scolaris, dan Presiden World Gymnastics Morinari Watanabe.
Sejumlah pimpinan organisasi olahraga lain turut ditemui, termasuk Presiden Union Cycliste Internationale (UCI) David Lappartient dan Presiden World Triathlon Antonio Fernández Arimany.
Daftar itu meliputi pula Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden Kehormatan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) Jean Todt, serta Presiden United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) Gene Sykes.
Pembicaraan diarahkan pada kemungkinan menghadirkan pertandingan internasional yang berkaitan langsung dengan jalur menuju Olimpiade.
"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki peluang agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, khususnya yang berkaitan dengan jalur kualifikasi Olimpiade," ujarnya.
Hasil komunikasi awal menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara sejumlah kejuaraan internasional.
Cabang panjat tebing dan olahraga skating termasuk bidang yang telah membuka kesempatan penjajakan lebih lanjut.
Namun, peluang tersebut belum menjadi keputusan penyelenggaraan.
Indonesia masih harus memperhatikan ketentuan federasi masing-masing serta memastikan kesiapan memenuhi berbagai persyaratan sebagai tuan rumah.
NOC Indonesia juga membicarakan kemungkinan mengadakan kejuaraan tinju internasional di Tanah Air.
Bali menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk penyelenggaraan pada November atau Desember 2027.
Rencana kompetisi tinju itu masih berada dalam tahap pembahasan awal dan membutuhkan komunikasi lanjutan serta kesepakatan bersama dengan pihak terkait.
Menurut Okto, keinginan menghadirkan kompetisi internasional berkaitan dengan strategi memperluas kesempatan atlet Indonesia mengikuti persaingan tingkat dunia.
"Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga bisa menjadi tuan rumah yang baik dan sejajar dengan negara-negara lain.
Ini bagian dari diplomasi olahraga yang terus kita bangun," kata Okto.
Ia berharap semakin banyak kompetisi internasional di dalam negeri memberi ruang lebih luas bagi atlet nasional untuk berkembang dan mengukur persaingan dengan peserta dari berbagai negara.
"Harapannya, semakin banyak kompetisi internasional yang bisa diselenggarakan di Indonesia, sehingga atlet-atlet kita juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berproses dan bersaing dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028," tambahnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi NOC Indonesia memperkuat keterlibatan nasional di lingkungan olahraga global.
Posisi Indonesia diharapkan berkembang bukan hanya sebagai negara pengirim atlet, melainkan juga mitra penyelenggara yang dipercaya organisasi internasional.
Melalui pendekatan diplomasi berkelanjutan, NOC Indonesia berupaya membangun hubungan jangka panjang dengan federasi olahraga dunia.
Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi internasional sekaligus memperkuat pembinaan dan peningkatan prestasi atlet nasional.
