Atlet judo Indonesia Sashenka Cahaya Fatimah menargetkan medali emas pada Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 di Senegal.
Judoka yang turun di kelas 63 kg itu bersiap bersama Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) menjelang kompetisi pada 31 Oktober hingga 13 November 2026.
Sashenka kini berlatih di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan setelah mengikuti pemusatan latihan di Jepang selama dua pekan.
Ia menjadi bagian kontingen Indonesia yang berisi 12 atlet putra dan putri dari sembilan cabang olahraga.
Bersyukur dan Tak Menyangka Bisa Lolos
Dalam sesi latihan di PPOP Ragunan pada Selasa (20/10/2026), Sashenka mengaku bersyukur bisa memastikan tempat di ajang internasional kelompok usia tersebut.
"Pertama-tama pasti senang banget, bersyukur banget bisa lolos ke Olympic Youth ini karena ini pertama kali saya juga untuk kejuaraan dunia," ujarnya.
Atlet kelahiran Jakarta, 14 November 2010, itu tidak menyangka dapat lolos karena menilai persaingan menuju kejuaraan dunia tidak mudah.
Menurutnya, kesempatan tampil di ajang internasional merupakan hasil perjuangan yang telah dijalani.
Peraih medali emas Asian Youth Games 2025 itu kini meningkatkan intensitas latihan untuk menghadapi persaingan di Dakar.
Ia telah mengidentifikasi Korea dan Jerman sebagai dua negara yang berpotensi menjadi lawan terberat.
Untuk menjaga kesiapan, Sashenka menambah porsi latihan sekaligus membangun motivasi melalui doa dan ibadah.
Ia juga berdiskusi dengan para senior untuk mendapatkan dorongan semangat menjelang pertandingan.
"Pasti latihan, latihan yang keras, dan banyak melakukan tambahan. Lalu motivasi sendiri sebelum tidur, berdoa dan ibadah," kata Sashenka.
Dukungan atlet yang lebih berpengalaman turut membantunya menjaga semangat menghadapi kompetisi.
"Banyak berbagi pengalaman juga dengan senior, dan mendapat motivasi dari mereka, akhirnya semangat saya kembali lagi," lanjutnya.
Penilaian Chef de Mission
Chef de Mission Youth Olympic Games 2026, Ita Yuliati, menilai persiapan judo Indonesia telah berjalan matang.
Penilaian itu disampaikan setelah ia meninjau latihan Sashenka dan berdiskusi dengan pelatih serta pengurus cabang olahraga judo.
"Kami tadi sudah berbincang juga dengan para pelatih dan juga kepada pengurusnya dari judo, saya melihat persiapannya sudah sangat matang ya," kata Ita.
Ita mengapresiasi langkah PB PJSI yang mengirimkan Sashenka ke Jepang untuk pemusatan latihan setelah penetapan kelas pertandingan atlet tersebut.
Menurutnya, begitu Sashenka masuk kategori 63 kg, ketua umum federasi judo langsung memberangkatkannya ke Jepang selama dua minggu untuk berlatih.
Ita menilai perhatian federasi terhadap persiapan atlet menjadi bagian penting dalam menghadapi ajang tersebut.
Ia juga menyebut dukungan pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terhadap PB PJSI.
"Jadi kami sangat mengapresiasi bahwa ada perhatian khusus dari pengurus besarnya kepada atlet Sashenka ini dan tadi memang betul saya tanya juga, target kamu apa di sana?
Emas, insyaallah ya," ujar Ita.
Ita menegaskan dukungan berbagai pihak diperlukan untuk menunjang persiapan kontingen Indonesia yang akan berlaga di Dakar, Senegal, mulai 31 Oktober 2026.
Ia pun berterima kasih kepada pemerintah, KOI, dan Kemenpora yang telah memberikan dukungan kepada PB judo.