unique visitors counter
⌂ Beranda › News › BPS: Pengeluaran per Kapita 2026 Naik Rp566.000, IPM Indonesia 76,69
News

BPS: Pengeluaran per Kapita 2026 Naik Rp566.000, IPM Indonesia 76,69

Gedung Badan Pusat Statistik Jakarta tempat konferensi pers IPM 2026
BPS: Pengeluaran per Kapita 2026 Naik Rp566.000, IPM Indonesia 76,69
A A Ukuran Teks16px

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran riil per kapita penduduk Indonesia pada 2026 mencapai Rp13.368.000 per tahun.

Angka itu meningkat Rp566.000 dibandingkan 2025 dan menjadi salah satu komponen kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Jika dibagi 12 bulan, pengeluaran tersebut setara sekitar Rp1.114.000 per kapita setiap bulan.

Perhitungan memakai nilai tahunan yang disesuaikan dengan paritas daya beli atau purchasing power parity (P3).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

"Pada tahun 2026, pengeluaran riil per kapita penduduk Indonesia yang disesuaikan menggunakan P3 mencapai Rp 13,37 juta per tahun," kata Edy.

Menurutnya, angka tersebut naik Rp566.000 dibandingkan tahun 2025.

IPM 2026 dan Indikator Pendukungnya

BPS mencatat IPM Indonesia 2026 mencapai 76,69 dan masuk kategori tinggi.

Nilai itu naik 0,69 poin dari capaian 2025 sebesar 75,90.

Edy menyebut perkembangan IPM Indonesia menunjukkan tren peningkatan berkelanjutan sejak 2020.

Dari sisi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir meningkat menjadi 74,68 tahun.

Angka itu menggambarkan perkiraan rata-rata usia hidup bayi yang lahir pada 2026.

Rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas tercatat 9,6 tahun atau setara kelas 3 SMP.

Adapun harapan lama sekolah bagi penduduk usia 7 tahun mencapai 13,34 tahun.

BPS memperkirakan angka itu setara dengan kesempatan menempuh pendidikan hingga tahun kedua perguruan tinggi.

"Artinya penduduk Indonesia usia 7 tahun diperkirakan akan menempuh pendidikan hingga 13,34 tahun atau setara kuliah tahun kedua," terang Edy.

Secara kewilayahan, BPS mencatat 30 dari 38 provinsi telah mencapai kategori IPM tinggi.

Lima provinsi masuk kategori sangat tinggi, yaitu Jakarta 85,88, DI Yogyakarta 83,43, Kepulauan Riau 81,12, Kalimantan Timur 80,09, dan Bali 80,03.

Perubahan status pembangunan manusia terjadi di empat provinsi.

Bali dan Kalimantan Timur naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi, sedangkan Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan meningkat dari sedang menjadi tinggi.

Di sisi lain, dua provinsi masih berada dalam kategori sedang dan satu provinsi masuk kategori rendah.

Edy menyebut peningkatan seluruh indikator pembentuk IPM berkontribusi terhadap kenaikan indeks pada 2026.

Umur harapan hidup naik 0,21 tahun, harapan lama sekolah naik 0,04 tahun, rata-rata lama sekolah naik 0,09 tahun, serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik Rp566.000.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru