unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Ekonomi Zona Euro Tumbuh 0,4%, Lampaui Perkiraan Reuters
News

Ekonomi Zona Euro Tumbuh 0,4%, Lampaui Perkiraan Reuters

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi zona euro yang melambat pada kuartal III-2026
Ekonomi Zona Euro Tumbuh 0,4%, Lampaui Perkiraan Reuters
A A Ukuran Teks16px

Pertumbuhan ekonomi zona euro tercatat 0,4% pada kuartal III-2026, melambat dibandingkan 0,6% pada kuartal II-2026.

Data Eurostat itu melampaui perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan pertumbuhan hanya 0,2%.

Meski lebih baik dari perkiraan, angka tersebut tetap menunjukkan perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.

Pada kuartal I-2026, kawasan yang terdiri dari 21 negara itu sempat berada dalam kondisi stagnasi.

Ketahanan Ekonomi dan Persoalan Struktural

Joe Nellis, Kepala Penelitian Ekonomi di firma akuntansi MHA, menilai zona euro masih memperlihatkan kemampuan bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang besar.

Namun, Nellis mengingatkan bahwa kinerja tersebut berpotensi menyamarkan persoalan mendasar yang telah berlangsung lama.

Persoalan itu meliputi produktivitas yang lemah, rendahnya belanja investasi, tekanan demografi, serta penurunan daya saing industri Eropa.

Ancaman kenaikan inflasi juga masih membayangi prospek perekonomian pada 2027.

Nellis menyebut prospek 2027 kian rumit akibat ancaman tekanan inflasi lanjutan, kecuali krisis di Timur Tengah tuntas dalam waktu dekat.

Lonjakan biaya energi dan transportasi dinilai bakal terus mencekik biaya hidup serta keuangan rumah tangga, saat kepercayaan konsumen berada di titik nadir.

Prancis menjadi salah satu negara yang mengalami tekanan paling nyata dengan kontraksi 0,1% pada kuartal III-2026.

Situasi ekonomi Prancis turut dipengaruhi persoalan politik dan demonstrasi, seiring tekanan terhadap kepercayaan investor dan peningkatan biaya pinjaman.

Pemerintah Prancis sedang berupaya mengurangi defisit anggaran yang membengkak sekaligus mengendalikan akumulasi utang nasional.

Sepanjang Oktober 2026, gelombang demonstrasi nasional terkait mahalnya biaya hidup semakin memperburuk situasi, dengan beberapa aksi berakhir kerusuhan dan menimbulkan kerugian besar.

Jerman, kekuatan ekonomi terbesar di zona euro, hanya mencatatkan kenaikan ekonomi sebesar 0,2% pada kuartal III-2026.

Italia, ekonomi terbesar ketiga di blok tersebut, hanya mampu mempertahankan pertumbuhan pada level stagnan atau 0%.

Di tengah lemahnya performa beberapa negara besar, Spanyol tumbuh 0,6% pada kuartal III-2026.

Pencapaian itu berlangsung ketika Spanyol juga menghadapi demonstrasi besar terkait mahalnya biaya hidup serta krisis perumahan yang mendorong penyelenggaraan pemilu mendadak pada bulan berikutnya.

Pasar tenaga kerja yang kuat, aktivitas pariwisata, permintaan domestik, serta kondisi fiskal menjadi penopang pertumbuhan Spanyol.

Irlandia mencatatkan pertumbuhan jauh lebih tinggi, mencapai 5,5% pada kuartal III-2026.

Angka itu perlu dipahami dengan memperhatikan karakteristik perhitungan produk domestik bruto Irlandia yang sangat fluktuatif karena dipengaruhi aktivitas perusahaan multinasional besar.

Perbedaan capaian tersebut memperlihatkan bahwa perlambatan zona euro tidak berlangsung secara merata.

Ketika Prancis mengalami kontraksi, Jerman tumbuh terbatas, dan Italia stagnan, Spanyol serta Irlandia justru mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru