unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IHSG Anjlok 2,64 Persen ke 5.142,82 pada Sesi Pertama Kamis 29 Oktober 2026
News

IHSG Anjlok 2,64 Persen ke 5.142,82 pada Sesi Pertama Kamis 29 Oktober 2026

IHSG Anjlok 2,64 Persen ke 5.142,82 pada Sesi Pertama Kamis 29 Oktober 2026
IHSG Melemah, Asing Catat Jual Bersih Rp 124,9 Triliun
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah tajam pada sesi pertama perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, setelah sempat dibuka menguat di zona hijau.

IHSG dibuka di level 5.305,20, naik 0,43 persen dari penutupan sebelumnya di 5.282,31. Penguatan itu tidak bertahan lama. Indeks sempat menyentuh titik tertinggi harian sementara di 5.320,90, sebelum berbalik arah dan merosot di bawah level 5.200 bahkan sebelum pukul 10.00 WIB.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG berakhir di 5.142,82, turun 139,49 poin atau 2,64 persen. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak mostly di rentang 5.140 hingga 5.180 dan menutup sesi di dekat titik terendahnya, 5.135,52. Nilai transaksi sesi pertama tercatat Rp5.663,48 miliar dengan volume 141,84 juta lot.

Sentimen apa yang menekan pasar hari ini

Sejumlah sentimen global ikut membayangi perdagangan. Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75 hingga 4,00 persen. Keputusan itu tidak bulat: dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, mendukung kenaikan 25 basis poin, sementara The Fed menegaskan inflasi masih tinggi.

Pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis malam waktu Indonesia. Data tersebut kerap menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya, sehingga pasar cenderung berhati-hati menjelang rilisnya.

Dari dalam negeri, bayang-bayang isu MSCI mengenai status pasar modal Indonesia masih membebani sentimen. Otoritas sebelumnya menyatakan menghormati independensi MSCI dan berkomitmen melanjutkan reformasi pasar modal, termasuk keterbukaan kepemilikan saham dan pengetatan aturan free float.

Perlu dicatat, angka-angka dalam artikel ini adalah posisi penutupan sesi pertama. Pergerakan sesi kedua bisa berbeda, dan investor disarankan memantau penutupan akhir perdagangan sebelum mengambil keputusan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru