unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IHSG Kembali Melemah pada Sesi I, Asing Justru Masuk ke Sejumlah Saham
News

IHSG Kembali Melemah pada Sesi I, Asing Justru Masuk ke Sejumlah Saham

IHSG Kembali Melemah pada Sesi I, Asing Justru Masuk ke Sejumlah Saham
IHSG Melemah, Asing Catat Jual Bersih Rp 124,9 Triliun
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Pada sesi pertama, indeks dilaporkan anjlok 1,65 persen, sehari setelah ditutup turun 1,99 persen.

Laporan IDNFinancials menyebut, di tengah pelemahan sesi pertama itu, investor asing justru masuk ke sejumlah saham. Artinya, tekanan jual tidak terjadi merata di semua saham, dan sebagian pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga untuk masuk.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, ANTARA mencatat IHSG turun 17,06 poin atau 0,32 persen ke 5.249,07, sementara indeks LQ45 turun 2,30 poin atau 0,43 persen ke 530,72. Angka pembukaan itu adalah gambaran awal, bukan angka penutupan, sehingga pergerakan sepanjang hari masih bisa berubah. Pasar disebut menanti keputusan bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan ini, sementara Bank Indonesia telah menahan BI Rate di 5,75 persen pada pertemuan 20-21 Oktober 2026.

Pasar Mencermati Kebijakan Moneter Global

ANTARA menggambarkan pelemahan hari ini terjadi di tengah pasar yang mencermati arah kebijakan moneter global. Sentimen dari luar negeri, termasuk arah kebijakan bank sentral utama, kerap memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Tekanan ini melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya. Pada 27 Oktober 2026, IHSG turun 1,99 persen, dengan investor asing banyak melepas saham perbankan, menurut data Databoks.

Bayang-Bayang Gejolak Oktober

Pelemahan beruntun ini terjadi dalam bulan yang sudah bergejolak bagi pasar saham Indonesia. Pada 15 Oktober 2026, IHSG ditutup di 5.863, lalu anjlok 11,6 persen dalam sehari pada 16 Oktober dan turun lagi 3,64 persen pada 19 Oktober ke 4.996, level terendah dalam enam tahun.

Pemicunya adalah konsultasi MSCI mengenai kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Regulator kemudian bergerak: OJK menjatuhkan denda Rp2,1 triliun terkait saham DSSA, BREN, dan CUAN, BEI menurunkan batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7 persen, dan lima emiten konglomerat mengumumkan buyback senilai sekitar Rp4,5 triliun. Pada 20 Oktober, IHSG sempat rebound lebih dari 5 persen ke sekitar 5.250.

Apa yang Diperhatikan Investor?

Sejumlah hal kini menjadi perhatian pelaku pasar, antara lain arah kebijakan moneter global, arus dana asing, dan rencana BEI mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Bagi investor ritel, pelemahan beruntun seperti ini adalah pengingat bahwa pasar saham bisa bergerak tajam dalam waktu singkat. Keputusan jual atau beli sebaiknya didasarkan pada profil risiko dan horizon investasi masing-masing, bukan semata-mata mengikuti kepanikan atau euforia sesaat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru