unique visitors counter
⌂ Beranda › Sports › Dua Sponsor Pergi dalam Sehari: Lelucon soal Mao Zedong Berujung Minta Maaf Tiga Bahasa dari Mbappe
Sports

Dua Sponsor Pergi dalam Sehari: Lelucon soal Mao Zedong Berujung Minta Maaf Tiga Bahasa dari Mbappe

Dua Sponsor Pergi dalam Sehari: Lelucon soal Mao Zedong Berujung Minta Maaf Tiga Bahasa dari Mbappe
Kylian Mbappe • Larissa Time
A A Ukuran Teks16px

JAKARTA, SURABAYAINSIDE.com - Pasar China yang selama ini menguntungkan bagi Kylian Mbappe berbalik menjadi pukulan. Dua sponsor besar asal China memutus kerja sama dalam sehari, dan bintang Real Madrid itu menutupnya dengan permintaan maaf dalam tiga bahasa atas komentarnya mengenai Mao Zedong.

Selasa yang Mahal: 27 Oktober

Melansir Euro News, pada Selasa (27/10/2026) produsen minuman energi Dongpeng mengumumkan penghentian seluruh kerja sama dengan Mbappe yang berlaku segera, menyatakan tidak menoleransi perilaku yang dianggap menyinggung perasaan masyarakat China. Perusahaan susu Mengniu mengambil keputusan serupa dan menegaskan penolakan terhadap ucapan maupun tindakan yang melukai perasaan publik China. Artikel sumber tidak mencantumkan nilai kontrak yang hilang; yang jelas, Mbappe sebelumnya termasuk pemain populer di China dengan jutaan pengikut, dan iklan Dongpeng bergambar dirinya hasil AI sempat disaksikan penonton China selama Piala Dunia tahun ini.

Apa yang Sebenarnya Ia Katakan

Pangkalnya adalah potongan video acara bincang-bincang Prancis The Bridge yang viral di media sosial China. Ditanya soal meme yang menjulukinya diktator — gambaran pengaruh besarnya di dalam dan luar lapangan — Mbappe menyebut meme yang paling membuatnya tertawa: video seorang pria yang ia sebut diktator China, disusul penayangan meme wajahnya yang ditempel pada gambar Mao Zedong. Lelucon menyangkut pendiri Republik Rakyat China yang wafat pada 1976 itu dianggap tidak pantas dan menyinggung di China.

Maaf dalam Prancis, Mandarin, dan Inggris

Mbappe kemudian merilis permintaan maaf dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris: ia mengakui komentarnya kurang bijaksana, menyadari ucapannya melukai banyak orang di China serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia, memohon maaf kepada semua yang tersinggung, dan menegaskan tidak ada niat menyakiti siapa pun. Artikel sumber tidak melaporkan reaksi pasca-permintaan maaf maupun nasib lanjutan kerja sama sponsornya — kasus ini dibingkai sebagai pelajaran tentang sensitivitas politik dan nasional di pasar China.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru