Rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, di tengah sorotan pasar terhadap arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menggelar rapat moneter pekan ini. Pelaku pasar menanti sinyal suku bunga yang akan memengaruhi arus modal global.
Berdasarkan laporan yang beredar, rupiah melemah 0,12 persen ke level Rp18.156 per dolar AS pada Selasa. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke Rp18.139 per dolar AS, dari Rp18.116 pada perdagangan sebelumnya.
Sehari sebelumnya, Senin, 26 Oktober 2026, rupiah ditutup melemah 55 poin ke Rp18.130 per dolar AS. Analis menilai tekanan datang dari meningkatnya konversi simpanan rupiah ke valuta asing serta tekanan di pasar saham dan obligasi domestik.
Apa Kata Analis?
Ekonom sekaligus pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah pada perdagangan Selasa bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah dalam kisaran Rp18.130 hingga Rp18.180 per dolar AS. Pergerakan itu dipengaruhi sentimen global dan domestik yang saling berkelindan.
Dari sisi eksternal, harga minyak yang melemah dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS disebut dapat membatasi pelemahan rupiah lebih lanjut. Sementara itu, pasar secara luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada rapat pekan ini, dengan probabilitas sekitar 90 persen menurut CME Group, sedangkan sebagian kecil pelaku pasar masih membuka peluang kenaikan suku bunga.
Menanti Keputusan The Fed
Keputusan The Fed menjadi rujukan utama pergerakan rupiah pada Rabu, 28 Oktober 2026. Apabila The Fed memberi sinyal dovish, tekanan terhadap mata uang negara berkembang bisa mereda. Sebaliknya, sinyal hawkish berpotensi menahan dolar AS tetap kuat.
Di dalam negeri, Bank Indonesia sebelumnya telah menahan suku bunga acuan di 4,75 persen pada 22 Oktober 2026, setelah tiga kali pemangkasan beruntun, dengan prioritas menjaga stabilitas rupiah. Bagi masyarakat, penting dicatat bahwa angka kurs yang dikutip di atas merupakan posisi perdagangan 27 Oktober 2026, bukan angka pembukaan hari ini, karena pasar masih berjalan dan angkanya dapat berubah.