Banyak calon pembeli mobil hybrid hanya mengkhawatirkan harga baterai, padahal ada komponen lain yang biaya perbaikannya tak kalah menguras kantong: sistem pengereman.
Mobil hybrid memadukan pengereman regeneratif dengan rem konvensional. Kombinasi ini bekerja lebih kompleks dibanding rem mobil biasa, sehingga ketika usianya menua dan muncul kerusakan, ongkos memperbaikinya bisa membengkak hingga puluhan juta rupiah, bergantung pada model kendaraan dan komponen yang rusak.
Gambaran Biaya dari Bengkel
Indra Basuki, pemilik sekaligus kepala mekanik Limitless Autoworks di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, memberi gambaran dari kendaraan yang ia tangani dan ketahui. Menurutnya, komponen ABS saja di diler resmi bisa bernilai sekitar Rp38 juta dan terkadang tidak dapat direparasi sehingga harus diganti satu unit utuh.
Sementara itu, penggantian satu rangkaian rem termasuk aktuator pada model tertentu di bengkel resmi bisa mencapai kisaran Rp50 juta hingga Rp65 juta. Perlu dicatat, angka-angka tersebut merupakan gambaran dari pengalaman narasumber, bukan patokan biaya yang berlaku untuk semua mobil hybrid.
Kenapa Bengkel Resmi Cenderung Mahal?
Bengkel resmi umumnya mengikuti standar pabrikan: komponen yang rusak diganti satu unit karena bagian internalnya memang tidak disediakan secara terpisah. Cara ini membuat biaya melonjak, terutama bagi mobil yang masa garansinya sudah habis.
Alternatifnya, bengkel independen kerap bisa melakukan perbaikan atau reset dengan biaya yang lebih masuk akal, tergantung jenis kerusakannya. Gangguan elektronik kadang dapat diatasi tanpa mengganti rangkaian, sedangkan kerusakan mekanis atau hidraulis mungkin tetap menuntut penggantian komponen. Reset pun bukan jawaban untuk semua masalah, apalagi jika aktuator atau pompa sudah rusak secara fisik.
Tips Sebelum Membeli Hybrid Bekas
Karena rem adalah komponen keselamatan, calon pembeli hybrid bekas disarankan memeriksa indikator peringatan di panel instrumen, merasakan respons pedal rem, dan mendengarkan suara tak normal dari aktuator. Lakukan juga pemindaian elektronik serta telusuri riwayat perawatan dan penggantian komponen rem. Setiap perbaikan rem wajib diuji kembali mengikuti prosedur yang benar sebelum mobil dipakai.