Skuter tiga roda Yamaha seperti Tricity 300 bukan sekadar motor yang ditambah satu roda di depan. Berkat teknologi Leaning Multi-Wheel (LMW), kedua roda depannya bisa ikut miring ketika menikung, persis seperti motor roda dua biasa.
Tricity 300 yang ditemui di showroom importir umum Hobby Motor mengusung konfigurasi dua roda depan dan satu roda belakang. Model sejenisnya antara lain Tricity 155 dan Yamaha Niken. Kunci keistimewaannya ada pada rancangan suspensi dan kemudi khusus yang membuat roda depan tetap bekerja selaras dengan kemiringan bodi.
Geometri Ackermann dan Parallelogram Link
Yamaha menerapkan geometri Ackermann pada roda depannya. Prinsipnya, saat berbelok roda bagian dalam akan menempuh lingkaran yang lebih kecil dibanding roda luar, sehingga sudut belok roda dalam dibuat lebih tajam. Jika sudut kedua roda tidak selaras, yang terjadi justru gesekan ban berlebih.
Penghubung kedua roda depan disebut parallelogram link, yakni linkage berbentuk jajar genjang yang menyambungkan bagian depan motor ke suspensi masing-masing roda. Saat motor tegak, bentuknya menyerupai persegi panjang, lalu berubah mengikuti gerakan ketika motor miring. Masing-masing roda depan juga dibekali suspensi teleskopik cantilever yang bekerja independen, sehingga satu roda dapat merespons lubang tanpa memaksa roda di sebelahnya ikut bergerak.
Keuntungan Dua Roda Depan
Dengan dua ban di depan, beban kendaraan terbagi lebih merata. Suspensinya yang independen membantu menjaga kontak ban di jalan tidak rata maupun berbatu. Di permukaan licin, ketika satu roda kehilangan cengkeraman, roda lainnya berpeluang tetap menapak sehingga risiko tergelincir berkurang. Pengereman pun ditopang dua bidang kontak, motor relatif stabil diterpa angin samping, dan pada kecepatan rendah terasa lebih mantap.
Meski begitu, teknologi ini bukan berarti membuat motor kebal selip. Cengkeraman ban tetap ditentukan kondisi jalan, kecepatan, sudut kemiringan, dan cara berkendara penggunanya.