unique visitors counter
⌂ Beranda › News › BI Jaga Stabilitas Rupiah, Gubernur Soroti Fundamental Ekonomi
News

BI Jaga Stabilitas Rupiah, Gubernur Soroti Fundamental Ekonomi

Ilustrasi nilai tukar rupiah dan gedung Bank Indonesia
BI Jaga Stabilitas Rupiah, Gubernur Soroti Fundamental Ekonomi
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global.

Gubernur BI Destry Damayanti menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Kamis (29/10/2026), merespons kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pelemahan rupiah hingga Rp 20.000 per dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari yang sama ke level Rp 18.137 per dollar AS.

Posisi itu naik 47 poin atau sekitar 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Faktor Pergerakan dan Respons Pasar

Destry menjelaskan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor domestik dan eksternal.

Dinamika tersebut mencakup mekanisme pasar valuta asing, keseimbangan permintaan dan penawaran, serta persepsi pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi.

"Kami di Bank Indonesia memiliki tugas menjaga stabilitas rupiah. Jika melihat pergerakannya, memang ada banyak faktor yang memengaruhi.

Namun, berdasarkan fundamental ekonomi, kondisi Indonesia sebenarnya relatif baik dibandingkan negara-negara lain yang sebanding dengan kita," ujar Destry.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan yang bebas.

Perubahan kurs tidak hanya dipengaruhi kondisi dalam negeri, tetapi juga perkembangan eksternal dan penilaian pelaku pasar.

Destry juga menyoroti keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang mempertahankan suku bunga acuannya.

Menurutnya, keputusan tersebut memberikan dampak positif langsung terhadap pergerakan mata uang Indonesia.

"Dampaknya ternyata langsung positif, sehingga ada banyak faktor yang berada di luar kendali kita," tutur Destry.

BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas kurs di tengah perubahan kondisi pasar keuangan internasional.

Stabilitas nilai tukar dinilai penting untuk mendukung terciptanya iklim perekonomian yang kondusif.

Destry menekankan bahwa kondisi ekonomi yang stabil diperlukan agar kegiatan sektor riil dapat berkembang dan menciptakan kesempatan kerja.

"Hal yang harus kita jaga adalah terciptanya iklim ekonomi yang kondusif agar sektor riil dapat tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru