Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 184,25 poin atau 3,49 persen ke level 5.098,06 pada perdagangan Kamis (29/10/2026).
Tekanan jual yang meluas di Bursa Efek Indonesia membuat indeks berakhir di level terendah hari itu.
IHSG dibuka pada level 5.305,20 dan bergerak dalam rentang 5.098,06 hingga 5.320,90 sepanjang sesi.
Sektor Perindustrian Memimpin Pelemahan
Hampir seluruh sektor saham mengalami koreksi, dengan sektor perindustrian mencatat penurunan paling dalam sebesar 4,64 persen.
Sektor barang baku menyusul turun 4,53 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 4,24 persen.
Sektor teknologi terkoreksi 2,40 persen, sedangkan sektor keuangan dan properti masing-masing turun 2,22 persen.
Sektor barang konsumen primer melemah 2,19 persen, sektor kesehatan turun 1,89 persen, dan sektor transportasi terkoreksi 0,70 persen.
Pelemahan merata itu juga tercermin pada indeks saham unggulan domestik.
Indeks LQ45 turun 4,48 persen ke posisi 515,28, sedangkan IDX30 melemah 4,49 persen menjadi 289,35.
Indeks KOMPAS100 terkoreksi 4,34 persen ke level 655,99.
Di kelompok saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,04 persen menjadi 291,46.
JII70 melemah 3,83 persen ke posisi 115,41, sementara Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) turun 3,04 persen menjadi 171,44.
Nilai transaksi perdagangan saham tercatat sekitar Rp 11 triliun, dengan volume sekitar 22,8 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,3 juta kali.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan 653 saham melemah, 104 saham menguat, dan 206 saham tidak berubah.
Di antara saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat nilai transaksi terbesar, yakni Rp 1,57 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul dengan transaksi Rp 622,40 miliar, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencapai Rp 586,95 miliar.
Pada indeks LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melemah 6,97 persen.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,88 persen, sementara PT Indika Energy Tbk (INDY) terkoreksi 6,77 persen.
Sejumlah saham tetap menguat di tengah tekanan pasar.
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 24,86 persen ke level 4.420, sedangkan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) menguat 24,85 persen menjadi 1.055.
PT Temas Tbk (TMAS) juga mencatat kenaikan 15,45 persen ke posisi 127.
Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat menjadi Rp 18.120,9 per dollar AS, dibandingkan posisi pembukaan Rp 18.136,8 per dollar AS.
Berdasarkan data perdagangan, rupiah naik 15,9 poin atau sekitar 0,09 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak bervariasi pada akhir perdagangan.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,10 persen ke level 64.659,47, sedangkan S&P/ASX 200 Australia menguat 0,50 persen menjadi 8.891,80.
Shanghai Composite China turun 0,82 persen ke posisi 3.651,43, Hang Seng Hong Kong melemah 0,59 persen menjadi 22.958,65, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 1,24 persen.
