Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada awal perdagangan Kamis (29/10/2026) setelah sempat dibuka menguat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,88 persen ke level 5.235,64 pada pukul 09.21 WIB.
Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, indeks berada di level 5.305,20 atau naik 0,43 persen dari penutupan sebelumnya di 5.282,31.
Namun, penguatan itu tidak bertahan lama. Sekitar tiga menit setelah perdagangan dimulai, IHSG turun ke kisaran 5.263.
Data BEI menunjukkan pada pukul 09.12 WIB indeks berada di 5.270,321, melemah 11,991 poin atau 0,23 persen.
Sembilan menit berselang, IHSG menyentuh level terendah 5.223,90, sementara posisi tertinggi sesi itu mencapai 5.320,90.
Tekanan Jual dan Kinerja Sektoral
Hingga pukul 09.21 WIB, nilai transaksi tercatat Rp 1,917 triliun dengan volume 4,419 miliar saham dan frekuensi 241.200 kali.
Sebanyak 209 saham menguat, 374 saham melemah, dan 380 saham tidak berubah.
Mayoritas indeks sektoral bergerak negatif. IDX Sektor Infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,35 persen.
Pelemahan juga terjadi pada sektor Perindustrian, Barang Konsumen Non-Primer, dan Kesehatan, serta sektor Keuangan dan Properti dan Real Estat.
Sebaliknya, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni 0,81 persen.
Sektor Teknologi, Barang Baku, Barang Konsumen Primer, dan Energi juga masih bergerak positif.
Di kelompok LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) turun 5,1 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 3,24 persen, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,2 persen.
Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat 4,17 persen, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 1,78 persen, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 1,67 persen.
Di pasar regional, Shanghai Composite turun 0,82 persen ke 3.651,03 dan Nikkei 225 melemah 0,01 persen ke 63.946,15.
Hang Seng menguat 0,02 persen ke 23.099,39 dan S&P/ASX 200 naik 0,37 persen ke 8.880,40, sedangkan KOSPI Korea Selatan turun 2,58 persen ke 5.857,06.