Harga minyak dunia kembali menjadi sorotan pada Sabtu (31/10/2026). Setelah sempat melemah pada penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026) waktu Amerika Serikat, harga minyak berbalik menguat pada perdagangan Jumat (30/10/2026), didorong kekhawatiran eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang mengancam jalur pasokan energi Timur Tengah.
Pada penutupan Kamis, minyak mentah Brent turun 44 sen atau 0,38 persen menjadi 114,88 dollar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 78 sen atau 0,76 persen ke posisi 102 dollar AS per barel. Pelemahan itu terjadi setelah muncul harapan dimulainya kembali perundingan damai AS-Iran yang berpotensi meredakan kekhawatiran gangguan pasokan.
Namun sentimen berbalik pada perdagangan Jumat. Harga Brent dilaporkan bergerak ke kisaran 117,80 dollar AS per barel, sedangkan WTI naik ke sekitar 104,92 dollar AS per barel. Penguatan ini ditopang kekhawatiran serangan militer AS terhadap Iran serta ancaman terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia.
Naik Belasan Persen Sepanjang Oktober
Meski naik turun dalam sepekan, harga minyak dunia tercatat menguat belasan persen sepanjang Oktober 2026 dan bertahan di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Brent sempat menyentuh level tertinggi enam bulan, sementara kedua acuan utama sempat berfluktuasi lebih dari 2 dollar AS per barel dalam satu sesi perdagangan.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai perkembangan diplomatik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan sekaligus menggerakkan harga. Di satu sisi, harapan diplomasi menenangkan pasar; di sisi lain, laporan tentang opsi militer AS terhadap Iran kembali mengerek premi risiko.
Dampaknya ke Harga BBM di Indonesia
Di dalam negeri, harga BBM Pertamina dan swasta pada Sabtu (31/10/2026) tidak berubah dan masih mengikuti penyesuaian terakhir yang berlaku sejak 2 September 2026 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, mulai dari Pertalite Rp10.000 per liter. Harga LPG subsidi tabung 3 kg juga dipastikan tidak naik hingga akhir 2026.
Adapun Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan Kementerian ESDM tercatat 112,81 dollar AS per barel untuk data September 2026. Pergerakan harga minyak dunia selanjutnya akan bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
