unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kolaborasi BUMN Perkuat Infrastruktur Energi Motor Listrik
News

Kolaborasi BUMN Perkuat Infrastruktur Energi Motor Listrik

Ilustrasi kerja sama Pertamina, Len, dan PLN membangun ekosistem motor listrik
Kolaborasi BUMN Perkuat Infrastruktur Energi Motor Listrik
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina Patra Niaga menandatangani nota kesepakatan bersama PT Len Industri dan PT PLN pada Jumat (30/10/2026) untuk membangun infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai.

Kerja sama ini bertujuan mendukung program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Kesepakatan mencakup pengembangan ekosistem charging dan swapping sebagai bagian dari penyediaan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Pertamina Patra Niaga akan memanfaatkan jaringan SPBU dan lokasi ritel strategis untuk memperkuat fasilitas energi di sektor hilir.

Peran Pertamina dan Infrastruktur Pendukung

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, menyatakan kolaborasi lintas BUMN ini memastikan transisi ke kendaraan listrik didukung ekosistem energi yang andal, mudah diakses, dan merata.

Jaringan SPBU Pertamina akan diintegrasikan dengan EV Charging Station dan Battery Swapping Station untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik.

Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan 837 SPBU menjadi Green Energy Station (GES) di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, tersedia 112 unit EV Charging Station dan 122 unit Battery Swapping Station di SPBU Pertamina yang melayani pengisian energi dan penggantian baterai.

Eko menjelaskan transformasi SPBU menjadi Green Energy Station merupakan wujud kesiapan perusahaan menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses masyarakat.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri dan mendukung target pemerintah mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Program Molinas mencakup pembangunan industri kendaraan listrik roda dua secara menyeluruh, mulai dari pengembangan komponen lokal, manufaktur, produksi baterai, hingga layanan purnajual.

Eko menilai keterlibatan berbagai BUMN diperlukan untuk memperkuat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan daya saingnya di pasar global.

Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, ia optimistis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru