Kabar kepergian Patrick Stewart pada Rabu (28/10) di usia 86 tahun memicu gelombang duka dari keluarga besar Star Trek.
Aktor yang melekat sebagai Captain Jean-Luc Picard itu meninggal akibat Alzheimer dan demensia Lewy body.
William Shatner, sesama kapten USS Enterprise, menyampaikan kehilangannya melalui unggahan di Facebook.
Ia menyebut pekan tersebut sangat mematahkan hati dan mengenang Stewart sebagai sahabat, rekan kerja, serta aktor luar biasa.
Menurut Shatner, Stewart membawa kecerdasan, keanggunan, dan rasa kemanusiaan yang mendalam dari panggung hingga anjungan Enterprise.
Shatner juga menegaskan bahwa Captain Picard mewakili sisi terbaik dari manusia, begitu pula pria yang memerankannya.
George Takei, lawan main Shatner di Star Trek: The Original Series, turut menyuarakan kesedihan lewat Bluesky.
Takei menilai Stewart berhasil menginspirasi generasi pencinta bintang dan membawa Enterprise ke tempat yang belum pernah dijamah.
Dalam unggahannya, Takei menulis bahwa hati mereka sungguh berat dan menyampaikan pesan perpisahan untuk sang kapten.
Jejak Picard dan Kenangan Para Kolega
Perjalanan Stewart sebagai Jean-Luc Picard dimulai dari serial Star Trek: The Next Generation pada 1987.
Ia kemudian melintasi empat film layar lebar pada rentang 1994 hingga 2002 sebelum kembali mengenakan seragam kebesarannya di tiga musim Star Trek: Picard pada 2020.
LeVar Burton, yang mendampinginya sebagai Geordi La Forge, menyebut Stewart bukan sekadar rekan kerja.
Baginya, Stewart adalah keluarga dan sosok yang paling konyol di antara semua orang bergelar kebangsawanan yang ia kenal.
Burton mengaku beruntung bisa mengenal kemurahan hati Stewart selama bekerja bersama.
Dari balik layar, kreator serial Alex Kurtzman mengenang bagaimana Stewart selalu menuntut kebenaran dalam karakternya.
Kurtzman menilai Stewart ingin bangga dengan karyanya karena tahu Jean-Luc Picard akan menjadi warisannya.
Warisan itu, kata Kurtzman, juga mencakup keberanian Stewart bersuara tentang hal yang ia yakini, cara mencintai istrinya, dan cara memeluk anjing pitbull yang ia temui.
Co-creator Akiva Goldsman menyebut Stewart sebagai alkemis langka yang mampu menyulap kata-kata naskah menjadi darah dan daging.
Ia menggambarkan Stewart sebagai sosok yang baik, tangguh, sangat cerdas, rapuh, sekaligus bijaksana.
Produser eksekutif Terry Matalas menutup rangkaian duka dengan menyebut Stewart sebagai bakat singular dan seniman penuh gairah dengan selera humor yang menular.
Tanpa kehadirannya, Matalas merasa dunia terasa sedikit kurang benderang.