Partai Kebangkitan Bangsa menyoroti dugaan adanya peserta bayaran dalam aksi tandingan di Bundaran Hotel Indonesia. Sorotan itu disampaikan sebagai dugaan, bukan sebagai temuan yang sudah terverifikasi.
Wakil Ketua Harian PKB, Gielbran Muhammad Noor, mengangkat persoalan tersebut menyusul aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Aksi itu berlangsung sehari setelah aksi mahasiswa pada 28 Oktober 2026.
Pada pagi 29 Oktober, Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di lokasi yang sama. Kegiatan itu dihadiri personel TNI-Polri, mahasiswa, dan sejumlah selebritas, termasuk Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
Klaim yang Memicu Sorotan
Sorotan muncul setelah beredar klaim bahwa sebagian peserta aksi tersebut dibayar dan menyamar sebagai mahasiswa. Klaim itu menjadi dasar kritik Gielbran terhadap penyelenggaraan aksi tandingan tersebut.
Dalam parafrasa, Gielbran menilai pembayaran peserta akan membuat aksi menjadi transaksional dan merusak substansi demokrasi. Ia mempertanyakan apakah kegiatan itu merupakan demonstrasi atau justru arisan, serta menyebut laporan bahwa peserta pulang membawa hadiah.
Ajakan Berdebat dengan Gagasan
Lebih jauh, Gielbran mengajak semua pihak mengedepankan debat berbasis gagasan. Menurutnya, mobilisasi massa tidak seharusnya dipakai untuk mengaburkan pesan kelompok lain.
Artikel sumber tidak menampilkan penulis maupun kredit foto; media utamanya berupa video. Seluruh tudingan dalam pemberitaan ini tetap berstatus dugaan dan disampaikan sebagai klaim pihak yang mengkritik, bukan sebagai fakta yang telah dibuktikan.