Hasil imbang Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara memicu kemarahan suporter. Ratusan Bonek mengonfrontasi pemain yang meninggalkan stadion.
Laga Super League 2026/2027 itu berakhir 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat malam, 30 Oktober 2026. Persebaya gagal memanfaatkan peluang untuk naik ke posisi kedua klasemen.
Statistik pertandingan justru berpihak kepada tuan rumah. Persebaya menguasai bola 74 persen, melepaskan 20 tembakan, dan mendapatkan 20 sepak pojok, tetapi tetap tidak mampu memenangi laga.
Identitas Permainan Dipertanyakan
Suporter menilai identitas permainan Persebaya berubah. Umpan-umpan pendek yang menjadi ciri tim dinilai memudar dan berganti dengan bola panjang serta umpan silang.
Dalam delapan laga pertama, Persebaya mencatat tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan. Hasil imbang melawan tim juru kunci membuat kekecewaan semakin besar.
Janji Rivera dan Tavares
Francisco Rivera dan pelatih Bernardo Tavares merespons dengan janji bekerja lebih keras. Tavares menyebut memahami kemarahan suporter sebagai tanda ekspektasi yang tinggi.
Ia meminta semua pihak saling menghormati, dan menyebut kemenangan Piala Presiden 2026 sebagai bukti potensi skuad Persebaya.