unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Tebas Jalin Komunikasi demi Akhiri Boikot LaLiga di China
News

Tebas Jalin Komunikasi demi Akhiri Boikot LaLiga di China

Presiden LaLiga Javier Tebas
Tebas Jalin Komunikasi demi Akhiri Boikot LaLiga di China
A A Ukuran Teks16px

Presiden LaLiga Javier Tebas terus menjalin komunikasi dengan otoritas China untuk mengakhiri boikot siaran Liga Spanyol.

Boikot dilakukan China Media Group setelah candaan Kylian Mbappe mengenai tokoh nasional Mao Zedong menuai kecaman.

Hingga kini belum ada kepastian berapa lama lembaga penyiaran pusat China itu akan menghentikan penayangan pertandingan LaLiga, khususnya laga Real Madrid.

Upaya Diplomasi Tebas

Tebas berharap persoalan tersebut segera menemukan penyelesaian.

Ia mengandalkan hubungan kerja sama yang telah terjalin antara LaLiga dan berbagai pihak di China untuk memulihkan situasi.

"Saya melakukan segala upaya untuk menyelesaikan situasi ini.

Saya yakin konflik ini dapat diselesaikan seiring berjalannya waktu, berkat hubungan dan jejaring yang telah kami bangun dengan Tiongkok sejak lama," ujar Tebas.

Menurut Tebas, hubungan LaLiga dengan China tidak hanya berkaitan dengan penayangan pertandingan.

Kerja sama tersebut juga mencakup kepentingan komersial dan finansial yang telah berkembang selama bertahun-tahun.

Ia turut mengungkapkan keterlibatannya sebagai penasihat Chinese Super League atau Liga Super Tiongkok.

LaLiga juga berencana membuka kantor cabang di Shanghai untuk memperkuat hubungan bisnis di negara tersebut.

"Saya merupakan penasihat bagi Chinese Super League, kami memiliki banyak hubungan komersial dan finansial, dan kami akan segera membuka kantor cabang di Shanghai.

FC Barcelona pun menjalin hubungan yang sangat baik dengan Tiongkok," jelas Tebas.

Tebas juga menyoroti sensitivitas masyarakat China terhadap pernyataan mengenai Mao Zedong.

Tokoh tersebut memiliki kedudukan penting dalam sejarah nasional China sehingga candaan Mbappe menimbulkan persoalan yang berdampak pada hubungan penyiaran.

LaLiga telah menyampaikan permintaan maaf setelah kontroversi tersebut muncul.

Menurut Tebas, langkah itu dilakukan untuk meredam dampak persoalan sekaligus membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan pihak China.

"Mao Zedong sangat dihormati dan dijunjung tinggi di Tiongkok. Melontarkan komentar seperti itu merupakan sebuah pelanggaran yang telah kami upayakan untuk diredam dampaknya.

LaLiga segera menyampaikan permintaan maaf dan kini kami menunggu situasi mereda," papar Tebas.

Komunikasi dengan pemerintah China juga terus berlangsung melalui sejumlah jalur diplomatik.

Tebas menyebut pembicaraan dilakukan dengan pihak berwenang yang berada di Madrid maupun Beijing.

"Saya terus berkomunikasi dengan pihak berwenang Tiongkok, baik di Madrid maupun Beijing, untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," tutup Tebas.

Di luar persoalan penyiaran, Barcelona memiliki sejumlah hubungan bisnis dengan perusahaan asal China.

Klub asal Catalunya tersebut saat ini bekerja sama dengan perusahaan elektronik Midea.

Sebelumnya, Barcelona juga pernah menjalin kerja sama dengan Suning Group.

Selain itu, klub tersebut memiliki hubungan strategis dengan perusahaan teknologi Tencent untuk mengembangkan divisi esports.

Hubungan Barcelona dengan China turut berkembang melalui sektor pendidikan sepak bola.

Klub tersebut telah memiliki beberapa sekolah akademi di negara itu, yang menjadi bagian dari jaringan pengembangan sepak bolanya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru