Masalah kualitas pada iPhone Duo membuat sebagian calon pembeli mengalihkan pandangan ke Samsung.
Laporan dari Korea Selatan menyebut penjualan Galaxy Z Fold8 naik lebih dari 20 persen dalam sepekan setelah Duo mulai dikirim.
Lonjakan itu terjadi di tengah keluhan soal pengendalian mutu yang tidak konsisten dan layar yang dilaporkan rusak. Keluhan tersebut disebut membuat sebagian peminat iPhone Duo mundur.
Pola serupa sebenarnya sudah terlihat pada September, saat Duo pertama kali diperkenalkan.
Penjualan Z Fold8 ketika itu naik 10 persen secara pekan ke pekan setelah publik melihat perangkat lipat pertama Apple beserta harganya.
Samsung Manfaatkan Momentum
Samsung bergerak memanfaatkan situasi ini dengan memperpanjang masa pendaftaran New AI Subscription Club selama satu bulan, hingga November.
Program ini memungkinkan pengguna menukar perangkat lama dan memperoleh perangkat baru setiap 1, 2, atau 3 tahun.
Anggota klub yang memilih perangkat lipat Samsung, yakni Z Fold8, Z Fold8 Ultra, atau Z Flip8, mendapat jaminan buy-back 50 persen untuk paket 1 tahun.
Untuk paket 2 tahun jaminannya 40 persen, atau 50 persen bila memilih Flip, sedangkan paket 3 tahun sebesar 25 persen.
Pengembalian perangkat lama tidak harus dilakukan di toko.
Pengguna dapat menyerahkannya di kios ATM Mintit otomatis dan memperoleh bonus KRW 100.000 atau sekitar 75 dolar AS yang ditambahkan ke nilai tukar tambah.
Selain itu, Samsung menggelar kampanye promosi Galaxy End of the Year Fiesta hingga 31 Desember dengan sejumlah keuntungan belanja di toko.
Pasar Eropa Ikut Menguat
Kabar baik juga datang dari Eropa. Kombinasi Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra disebut mengalahkan penjualan Z Fold7 dengan selisih 45 persen.
Dengan perluasan program langganan dan promosi akhir tahun, Samsung tampak berupaya menjaga momentum penjualan perangkat lipatnya.
Namun laporan ini belum memerinci angka penjualan absolut maupun dampak jangka panjangnya terhadap pangsa pasar.
