Apple memperkirakan kuartal fiskal Q4 2026 yang berakhir September akan menjadi kuartal dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Proyeksi itu disampaikan CFO Kevan Parekh dalam panggilan pendapatan pada 2 November, di tengah tekanan rantai pasokan dan kenaikan harga komponen.
Optimisme tersebut muncul setelah Apple membukukan angka rekor pada Q3 2026.
Meski begitu, Apple mengakui margin laba berisiko tergerus akibat kenaikan harga RAM dan kendala pasokan yang masih berlangsung.
Permintaan Mac, iPad, dan iPhone Duo Melampaui Perkiraan
Apple menyebut permintaan Mac, iPad, dan iPhone Duo yang lebih kuat dari perkiraan membuat perusahaan lengah.
Akibatnya, kekurangan stok berpotensi menahan laju pendapatan Apple hingga Desember.
Untuk kuartal liburan, Apple memproyeksikan pendapatan berada di kisaran 153,82 miliar dolar AS hingga 158,13 miliar dolar AS.
Angka itu sekitar 10 miliar dolar AS hingga 14,4 miliar dolar AS lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut sebagian ditopang kenaikan pendapatan layanan sebesar 8% hingga 9%.
Parekh juga menyebut margin bruto diperkirakan berada di kisaran 45% hingga 46%, sementara biaya operasional antara 20,4 miliar dolar AS dan 20,8 miliar dolar AS.
Apple menilai faktor makroekonomi sulit diprediksi dan nilai tukar mata uang bisa menjadi hambatan terbesar yang harus diatasi perusahaan.
Kendati demikian, proyeksi pendapatan yang tinggi menunjukkan Apple tetap percaya diri menghadapi kuartal terakhir tahun ini.
