Pemerintah China membuka jalur komunikasi dengan Real Madrid dan pihak LaLiga setelah kontroversi yang melibatkan Kylian Mbappe.
Langkah itu ditempuh untuk meredakan ketegangan yang muncul usai komentar penyerang tersebut tentang Mao Zedong menuai kritik di Asia Timur.
Perkara ini bermula dari respons Mbappe terhadap sebuah video di internet yang menampilkan rekayasa visual wajahnya disandingkan dengan potret pemimpin China.
Respons atas insiden itu meluas hingga dipantau serius oleh China Media Group.
Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, mengonfirmasi adanya komunikasi antarpihak pada Jumat.
Sebelum menghadiri forum di Universitas Salamanca pada Sabtu (7/11/2026), Yao Jing menjelaskan bentuk hubungan yang sedang berjalan kepada kantor berita Spanyol EFE, seperti dikutip Reuters.
"Tidak ada negosiasi, tetapi ada komunikasi, berdasarkan saling pengertian," kata Yao.
Yao menekankan dampak insiden itu dirasakan luas oleh publik di China.
Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar polemik di ruang digital, tetapi telah menyentuh sentimen masyarakat.
"Insiden yang tidak menguntungkan ini telah melukai perasaan banyak orang di Tiongkok, yang kini harus menerima situasi saat ini," tambahnya.
Dampak Kontroversi Menjalar ke Sisi Bisnis
Persoalan ini tidak berhenti pada aspek diplomatik. Efeknya juga masuk ke sektor komersial penyiaran LaLiga di pasar China.
CCTV menghentikan penayangan LaLiga, sementara sejumlah produk komersial menarik materi promosi yang menampilkan Mbappe.
Situasi itu mendorong Presiden LaLiga Javier Tebas bergerak cepat menemui Yao Jing.
Upaya tersebut berkaitan dengan nilai ekonomi kompetisi di pasar China.
Berdasarkan data organisasi, hak siar LaLiga bersama CCTV dan Migu saat ini bernilai sekitar 10 juta euro atau sekitar Rp201,7 miliar per tahun.
Nilai itu jauh lebih rendah dibanding masa puncaknya yang pernah mencapai 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun per musim.
Di sisi lain, Jose Mourinho ikut menanggapi situasi yang menimpa penyerangnya.
Pelatih Real Madrid itu menilai Mbappe telah menunjukkan itikad baik melalui permintaan maaf terbuka.
Pandangan tersebut disampaikan Mourinho saat konferensi pers menjelang laga LaLiga melawan Racing Santander.
Ia juga menyinggung risiko besar dari setiap pernyataan publik di era saat ini.
"Itulah bahaya dunia saat ini, di mana seringkali hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah tutup mulut, karena ada bahaya dalam begitu banyak hal yang Anda katakan atau komentari," jelas Mourinho.
"Namun, saya juga melihatnya bertindak sangat bertanggung jawab terhadap klub yang, pada level ini, benar-benar berkelas."
"Dan sejauh yang kami ketahui, itu saja. Tidak ada lagi yang perlu kami lakukan," lanjut Mourinho.
Selain membela sikap Mbappe, Mourinho menyoroti ancaman rekayasa digital dan video berbasis kecerdasan buatan.
Menurut dia, teknologi semacam itu bisa memelintir narasi mengenai pelatih maupun pemain.
"Saya tidak khawatir. Klub saya adalah Real Madrid, dan pemain saya adalah Kylian Mbappe," tegas Mourinho.
"Baik Real Madrid maupun Kylian Mbappe telah menunjukkan kelas dengan bereaksi segera, dan saya merasa sangat terwakili dengan baik oleh keduanya," pungkasnya.
