unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Imam Tohari Dorong Mutiara, Thalita, dan Dhinda Susul Putri KW
News

Imam Tohari Dorong Mutiara, Thalita, dan Dhinda Susul Putri KW

Pelatih Kepala Tunggal Putri PBSI Imam Tohari mendorong tiga pemain muda menyusul Putri KW
Imam Tohari Dorong Mutiara, Thalita, dan Dhinda Susul Putri KW
A A Ukuran Teks16px

Pelatih Kepala Tunggal Putri Imam Tohari mendorong tiga atlet muda segera menyusul Putri Kusuma Wardani sebagai andalan sektor tunggal putri Indonesia.

Ketiga pemain yang menjadi perhatian Imam adalah Mutiara Ayu Puspitasari, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Ni Kadek Dhinda Amartya.

Ia berharap mereka mampu meningkatkan kemampuan dan mendekati pencapaian Putri KW di persaingan tingkat internasional.

Beban Putri KW dan Keterbatasan Pelapis

Kebutuhan regenerasi semakin terasa karena Putri sudah cukup lama menjadi andalan utama.

Setelah Gregoria Mariska Tunjung tidak lagi menjadi bagian dari tumpuan utama, tanggung jawab persaingan banyak berada di pundak Putri.

Situasi berbeda terlihat pada pemain pelapis yang belum mampu memberikan persaingan sepadan di turnamen level lebih tinggi.

Mereka selama ini lebih banyak mendapat kesempatan bertanding pada kompetisi Super 300 ke bawah.

Kondisi itu membuat pilihan pemain yang bisa diandalkan untuk kejuaraan besar masih terbatas.

Padahal, turnamen level 500 ke atas membutuhkan lebih dari satu atlet yang mampu bersaing secara konsisten.

Imam menilai posisi Putri yang relatif sendirian memiliki sisi positif sekaligus tantangan.

Minimnya pesaing internal membuat kesempatan membangun persaingan sehat di sektor tunggal putri belum terbentuk optimal.

Saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Imam menjelaskan kondisi persaingan yang dihadapi Putri.

"Memang kalau sendirian begini enggak ada teman untuk bersaing seperti Putri, ya ada baiknya, ada enggak baiknya juga," kata Imam.

Peluang Sama bagi Kelompok Pratama dan Junior

Mutiara, Thalita, dan Dhinda diproyeksikan memperkuat kedalaman sektor tunggal putri.

Ketiganya dinilai memiliki posisi peringkat yang cukup berdekatan sehingga peluang persaingan di antara mereka terbuka.

Kesamaan level kejuaraan yang diikuti menjadi pertimbangan lain agar mereka saling mendorong perkembangan kemampuan.

Imam ingin persaingan internal berlangsung sebaik mungkin dan tidak hanya bergantung pada satu nama.

"Nah, untuk mereka bertiga kan kebetulan dari ranking semuanya mendekati, ya. Kejuaraannya juga sama semua.

Jadi saya harap persaingannya sebaik mungkin agar cepat menetas lah," ujarnya.

Menurut Imam, ketiga atlet akan memperoleh peluang yang sama untuk menunjukkan perkembangan dan kemampuan.

Peluang juga terbuka bagi atlet dari kelompok pratama maupun junior yang mampu berkembang lebih cepat.

"Ya, kita kasih kesempatan dengan yang sama.

Dan enggak menutup kemungkinan untuk yang pratama, junior, juga ada yang bisa menyodok, itu lebih bagus lagi," lanjutnya.

Imam berharap regenerasi berjalan secepat mungkin, dengan pertengahan tahun sebagai salah satu periode yang diharapkan memperlihatkan kemajuan.

Namun, ia menyadari pencapaian target tetap bergantung pada perkembangan masing-masing pemain.

"Ya kalau saya sih berharapnya secepat mungkin. Ya, minimal dari pertengahan tahun.

Ini kan ya kita berusaha lah," tuturnya.

Imam menekankan kemajuan atlet tidak hanya berkaitan dengan program pembinaan.

Kesungguhan pemain dalam mengejar tujuan dan mewujudkan impian turut menentukan seberapa cepat mereka mencapai level persaingan lebih tinggi.

"Tinggal tujuan, mimpi dia bagaimana. Kami juga berharap secepat mungkin, maksudnya dengan proses untuk menuju ke level atas itu," katanya.

Konsistensi juga menjadi pekerjaan penting, terutama menjaga ketahanan mental saat menghadapi kekalahan.

Imam menilai performa atlet bisa berubah ketika menghadapi tekanan pertandingan sehingga mental perlu terus dijaga.

"Tapi dari proses ini memang enggak gampang juga. Banyak masalah, banyak kendala.

Saat lagi bagus mungkin dia, tapi kalau saat lagi kalah?

Nah ini yang kita jaga terus agar performa anak-anak ini, baik Putri maupun di bawahnya agar bisa konsisten," tegas Imam.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru